Zelensky Akui Gencatan Senjata Lebih Baik daripada Perang 10-20 Tahun, Sinyal Damai dengan Rusia?
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan gencatan senjata akan menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan harus melanjutkan perang melawan Rusia selama 10 hingga 20 tahun demi mencapai kemenangan.
Dalam wawancara tersebut, Zelensky mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini memahami bahwa Ukraina menginginkan perang segera berakhir.
"Sejak sebelumnya, ada banyak suara yang mengatakan bahwa Ukraina tidak ingin berhenti," kata Zelensky.
Menurutnya, Ukraina memang tidak pernah meninggalkan tujuan untuk meraih "kemenangan". Namun, pemerintah Kyiv kini lebih menekankan pentingnya menyelamatkan nyawa manusia.
"Jika besok kita dapat menghentikan perang dan mencapai gencatan senjata, itu lebih baik daripada berperang selama 10-20 tahun demi kemenangan tetapi kehilangan rakyat kita," ujar Zelensky.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sinyal terbaru bahwa Kyiv terbuka terhadap penghentian pertempuran, meski perang Rusia-Ukraina masih berlangsung.
Zelenskyy Sebut Hubungan dengan Trump Berubah
Dalam wawancara tersebut, Zelensky juga membahas hubungannya dengan Trump yang sebelumnya sempat mengalami ketegangan.
Ia menilai tumbuhnya kepercayaan Trump terhadap dirinya menjadi faktor penting dalam perubahan hubungan kedua pemimpin.
Zelensky secara khusus menyoroti pertemuan empat mata dengan Trump di Vatikan pada April 2025 sebagai titik balik hubungan mereka.
Menurut Zelenskyy, pertemuan tersebut menjadi "momen perubahan pertama" yang membuat hubungan keduanya berubah hanya dalam waktu sekitar 15 hingga 20 menit.
Ia mengatakan tidak ada pihak lain yang hadir dalam pertemuan tersebut.
"Saya sangat senang karena banyak nyawa bergantung pada hubungan dan dialog seperti ini," kata Zelensky.
Ukraina Siap Tandatangani Kesepakatan Damai dengan Rusia
Zelensky juga kembali menegaskan kesiapan Ukraina untuk menandatangani kesepakatan perdamaian dengan Rusia.
Ia mengatakan dirinya selalu menyampaikan kepada Trump bahwa Ukraina siap mengirimkan perwakilan ke Amerika Serikat untuk menandatangani perjanjian perdamaian.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Kyiv masih membuka ruang diplomasi untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Namun, pembicaraan mengenai perdamaian tetap menghadapi berbagai tantangan, termasuk perbedaan posisi antara Rusia dan Ukraina terkait wilayah, keamanan, serta masa depan hubungan Ukraina dengan negara-negara Barat.
Zelensky Bicara Kerja Sama Drone dengan AS
Selain isu perdamaian, Zelensky juga membahas kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat, khususnya dalam pengembangan dan penggunaan drone.
Ia mengatakan Ukraina berharap dapat menyelesaikan "kesepakatan drone terbesar, khususnya dengan Amerika Serikat".
Menurut Zelensky, Washington telah memperoleh pengalaman dari Ukraina dalam pengembangan dan penggunaan teknologi drone selama perang melawan Rusia.
Ukraina sendiri telah menjadi salah satu negara yang paling intensif menggunakan drone dalam konflik modern. Teknologi tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari pengintaian hingga operasi militer.
Pernyataan terbaru Zelensky mengenai gencatan senjata menunjukkan adanya perubahan penekanan dalam strategi Kyiv. Jika sebelumnya kemenangan militer menjadi fokus utama, kini keselamatan manusia dan peluang mengakhiri perang tampak semakin ditekankan.
Meski demikian, belum ada kepastian bahwa pernyataan tersebut akan segera menghasilkan kesepakatan damai. Masa depan perang Rusia-Ukraina masih sangat bergantung pada perkembangan di medan perang dan kemampuan para pihak mencapai kesepakatan melalui jalur diplomasi.
Sumber: Anadolu