YPMAK dorong Pokja buat program untuk tingkatkan ekonomi masyarakat - ANTARA News Papua Tengah
Timika (ANTARA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, mengajak masyarakat penerima manfaat melalui Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung...
Timika (ANTARA) - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia, mengajak masyarakat penerima manfaat melalui Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung agar menyusun program yang mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Wakil Ketua Pengurus YPMAK Bidang Perencanaan Program Ferry Magai Uamang di Timika, Jumat, mengatakan masyarakat perlu mulai memikirkan program yang dapat memberikan manfaat dan mampu ekonomi masyarakat.
"Mulai sekarang kita tekankan agar program-program yang direncanakan lebih produktif, menghasilkan dan pada akhirnya masyarakat bisa mandiri," kata Ferry dalam sosialisasi sekaligus pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Program Kampung di Jalan C Heatubun (Jalan Baru), Distrik Mimika Baru.
Ferry mengatakan selama ini program Pokja masih banyak diarahkan pada kegiatan yang manfaatnya bersifat jangka pendek, seperti padat karya dan kebersihan lingkungan.
Menurutnya, kegiatan tersebut tetap penting, tetapi perlu mulai diimbangi dengan program yang mampu menciptakan sumber pendapatan bagi masyarakat.
"Jangan hanya bersih-bersih lingkungan, padat karya maupun lainnya. Tetapi harus mulai memikirkan program yang memiliki jangka panjang, produktif, menghasilkan dan bisa mandiri," ujar Ferry mengingatkan.
Dia menambahkan, pengembangan program ke depan perlu disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah.
YPMAK mulai mendorong pengembangan komoditas kopi di wilayah dataran tinggi dan kelapa di wilayah pesisir. Sementara untuk kawasan perkotaan, masih perlu mengidentifikasi potensi yang dapat dikembangkan.
"Kalau di dataran tinggi ada kopi, di pesisir ada kelapa. Untuk wilayah kota kita masih mencari potensi apa yang bisa dikembangkan," ujarnya.
Dia menilai perubahan pola pikir tersebut penting agar program yang didanai melalui dana kemitraan PT Freeport Indonesia tidak berhenti sebatas pelaksanaan kegiatan, tetapi mampu menjadi pijakan bagi masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi.
Dalam sosialisasi itu, masyarakat menyampaikan aspirasi mengenai penambahan anggaran Pokja. Mereka menilai kebutuhan anggaran perlu disesuaikan dengan jumlah masyarakat yang dilayani, termasuk warga dari wilayah dataran tinggi yang kini bermukim di kawasan tersebut.
Selain membahas arah program, pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan mengenai keberlanjutan kepengurusan Pokja. Masyarakat sepakat mempertahankan dua anggota Pokja, yakni Jery Beanal dan Yunus Onawame. Posisi Ketua Pokja kemudian dipercayakan kepada Anius Uamang.
Ferry mengatakan kelengkapan kepengurusan tersebut menjadi langkah awal bagi Pokja untuk menyusun usulan program baru yang selanjutnya diproses hingga pencairan anggaran.
YPMAK, katanya, memberikan ruang kepada masyarakat untuk menentukan sendiri keberlanjutan kepengurusan Pokja melalui kesepakatan bersama.
"Kami memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan kesepakatan, apakah mau mengusulkan ulang kepengurusan atau tetap melanjutkan kepengurusan yang ada,"ujarnya.
Pewarta: Rachmat J
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.