pickleballvnz.com

Yogyakarta gencarkan ACF untuk percepatan zero tuberkulosis

kegiatan ACF terintegrasi CKG pada semester II tahun 2026 dilaksanakan mulai 31 Juli sampai 19 November 2026 di 52 lokus yang tersebar di 45 kelurahan, termasuk menyasar lokasi tempat kerja perkantoran, dan lap...

kegiatan ACF terintegrasi CKG pada semester II tahun 2026 dilaksanakan mulai 31 Juli sampai 19 November 2026 di 52 lokus yang tersebar di 45 kelurahan, termasuk menyasar lokasi tempat kerja perkantoran, dan lapas maupun rutan di Kota Yogyakarta.

Yogyakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menggencarkan Active Case Finding (ACF), penemuan kasus tuberkulosis (TB) yang tidak terdeteksi melalui kegiatan pro-aktif mencari orang berisiko, bergejala dan melakukan deteksi dini sebagai upaya percepatan zero penyakit tersebut.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Yogyakarta Lana Unwanah di Yogyakarta, Jumat, mengatakan, sesuai program pemerintah pusat, kegiatan ACF tuberkulosis (TB) diintegrasikan dengan cek kesehatan gratis (CKG) sebagai upaya percepatan capaian eliminasi TB pada 2030.

"Kegiatan ACF TB yang terintegrasi dengan cek kesehatan gratis didanai dengan anggaran pemerintah pusat. Integrasi ACF TB dan cek kesehatan gratis adalah upaya percepatan eliminasi dan zero TB," katanya.

Menurut dia, kegiatan ACF terintegrasi CKG pada semester II tahun 2026 dilaksanakan mulai 31 Juli sampai 19 November 2026 di 52 lokus yang tersebar di 45 kelurahan, termasuk menyasar lokasi tempat kerja perkantoran, dan lapas maupun rutan di Kota Yogyakarta.

Dalam kegiatan ACF awal yang didukung LSM Zero TB Yogyakarta tersebut bertujuan meningkatkan penemuan kasus TB agar mendapat pengobatan dini dan melacak kontak erat guna mencegah penularan.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Yogyakarta Endang Sri Rahayu mengatakan dalam pelaksanaan ACF terintegrasi CKG dilakukan dengan yaitu skrining gejala TB, dan skrining dengan alat portable X-ray.

Di samping itu dilakukan tracing TB yakni mobilisasi kontak serumah dan kontak erat kasus tuberkulosis untuk mengikuti kegiatan cek kesehatan gratis.

"ACF TB yang diintegrasikan dengan CKG artinya dalam skrining-skrining yang dilakukan itu masuk muatan TB. Jadi kita sejak tiga-empat tahun lalu itu sudah betul-betul menyisir orang-orang yang belum ke fasilitas kesehatan,.dan merasa masih sehat, dengan cara ACF," katanya.

Dinas Kesehatan Yogyakarta mencatat sampai Juli 2026 ada sekitar 680 kasus TB, dan sekitar 637 kasus TB yang diobati, dari kasus itu sekitar 50-60 persen kasus tuberkulosis domisili luar kota yang mengakses fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Yogyakarta.

"Angka kesembuhan TB rata-rata 80-85 persen. Pengobatan TB rata-rata enam bulan. Kami mengimbau masyarakat untuk disiplin minum obat sesuai dengan resep yang diberikan dokter. Jika tidak atau berhenti misal sudah enak setelah dua bulan, ada risiko akan menjadi resisten obat," katanya.

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.