Yayasan Perempuan Laju Perkasa ingatkan deteksi dini kanker payudara
Jakarta (ANTARA) - Yayasan Perempuan Laju Perkasa mengingatkan pentingnya melakukan deteksi dini kanker payudara lewat kegiatan bertajuk "Sehat Lawan Kanker" (SELANGKAH) yang digelar atas kerja sama dengan RS S...
Jakarta (ANTARA) - Yayasan Perempuan Laju Perkasa mengingatkan pentingnya melakukan deteksi dini kanker payudara lewat kegiatan bertajuk "Sehat Lawan Kanker" (SELANGKAH) yang digelar atas kerja sama dengan RS Siloam.
Ketua Yayasan Perempuan Laju Perkasa Hetty Andika Perkasa mengatakan kegiatan itu bertujuan untuk menekan angka kematian akibat kanker payudara dan risiko penyakitnya.
"Yang utama adalah karena kanker payudara masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan dan anak-anak, juga kanker payudara bisa mengenai laki-laki," katanya lewat keterangan di Jakarta, Minggu.
Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan RI, pada 2025 Indonesia mencatat 408.661 kasus kanker baru untuk semua jenis. Tercatat ada 242.099 kematian akibat kanker dengan 66.271 kasus merupakan akibat kanker payudara.
Dengan tingginya angka kematian tersebut, Hetty mengajak tak hanya ibu dan anak, tetapi juga laki-laki untuk melakukan USG deteksi kanker payudara agar bisa dicegah dan ditangani sedini mungkin.
Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu takut dan khawatir untuk melakukan deteksi kanker payudara.
Hetty menyampaikan bagi masyarakat yang ingin melakukan USG dan deteksi kanker payudara bisa mengikuti program SELANGKAH dan datang langsung ke RS Siloam di seluruh Indonesia tanpa dipungut biaya.
“SELANGKAH dan Rumah Sakit Siloam memberikan gratis pemeriksaan USG kanker di seluruh Rumah Sakit Siloam yang ada di seluruh Indonesia,” ucap Hetty.
Baca juga: Kanker payudara tak hanya dipicu faktor genetik
Baca juga: Dokter: Kanker payudara kerap terlambat terdeteksi
Baca juga: Pemeriksaan USG payudara di Cengkareng tingkatkan kesadaran deteksi dini
Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.