pickleballvnz.com

Xi Jinping berjanji bantu selesaikan sengketa batas Thailand-Kamboja

Jakarta (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping pada Jumat berjanji akan terus membantu Thailand dan Kamboja menyelesaikan sengketa wilayah mereka yang telah berlangsung lama secara "tepat dan damai".Komitmen ters...

Jakarta (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping pada Jumat berjanji akan terus membantu Thailand dan Kamboja menyelesaikan sengketa wilayah mereka yang telah berlangsung lama secara "tepat dan damai".

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan terpisah dengan para pemimpin kedua negara Asia Tenggara itu di Shanghai, demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China.

Dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Xi menyampaikan harapannya agar Bangkok dan Phnom Penh tetap berkomitmen pada jalur dialog.

Xi menegaskan bahwa Beijing "siap untuk terus memainkan peran konstruktif" dalam proses tersebut.

Kepada Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Xi menyampaikan bahwa konsolidasi gencatan senjata dan pembangunan rasa saling percaya secara bertahap antara Kamboja dan Thailand merupakan kepentingan mendasar bagi kedua belah pihak.

Kedua perdana menteri tersebut berada di Shanghai untuk menghadiri Konferensi Kecerdasan Buatan Sedunia (WAIC) yang dibuka pada Jumat.

Kemenlu China menyatakan bahwa kedua pemimpin menyampaikan apresiasi atas peran China dalam mendorong proses perdamaian tersebut.

Ketegangan antara Kamboja dan Thailand tetap tinggi setelah kembali berkobar pada Mei 2025.

Bentrokan selama lima hari pada Juli tahun lalu menewaskan lebih dari 30 orang, sebelum kedua pemimpin akhirnya menandatangani perjanjian damai pada Oktober dengan disaksikan oleh Presiden AS Donald Trump.

Namun, bentrokan perbatasan kembali pecah pada Desember lalu, mengakibatkan lebih dari 40 tentara dan warga sipil tewas serta memaksa ratusan ribu orang mengungsi dari rumah mereka.

Kedua negara kemudian menyepakati gencatan senjata pada akhir bulan itu setelah adanya upaya mediasi yang melibatkan Trump dan China.

Di samping isu perbatasan, Xi juga sepakat dengan kedua pemimpin untuk terus bekerja sama dalam memberantas kejahatan lintas batas, seperti judi daring dan penipuan telekomunikasi.

Menjelang kunjungan PM Anutin ke China, kelompok pengawas hak asasi manusia Human Rights Watch mendesak otoritas Thailand untuk tidak mendeportasi empat pembangkang asal China yang ditahan di Bangkok.

Para tahanan tersebut termasuk jurnalis Bai Zhaodong dan aktivis pro-demokrasi Zhang Xinyan.

Kepolisian Hong Kong sebelumnya telah menawarkan imbalan sebesar 200.000 dolar Hong Kong (sekitar 25.000 dolar AS) untuk penangkapan Zhang.

Sumber: Kyodo

Baca juga: Afsel, Jerman bantu Thailand dalam arbitrase PBB dengan Kamboja

Baca juga: Thailand dan Kamboja tingkatkan upaya atasi perselisihan

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.