Wisata jip menjelajahi alam di Garut jadi daya tarik wisatawan - ANTARA News Jawa Barat
Garut (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyebutkan wisata menggunakan kendaraan jip untuk menjelajahi alam di sekitar kawasan pegunungan menjadi daya tarik ters...
Garut (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyebutkan wisata menggunakan kendaraan jip untuk menjelajahi alam di sekitar kawasan pegunungan menjadi daya tarik tersendiri yang saat ini semakin banyak diminati wisatawan dari berbagai daerah.
"Memang kita sedang 'hight', sedang tinggi permintaan itu (jip)," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika di Garut, Senin.
Ia menuturkan, Kabupaten Garut memiliki banyak destinasi wisata yang menarik, dan salah satunya saat ini menawarkan paket wisata jelajah menggunakan kendaraan jip.
Disparbud Garut, kata dia, berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dalam mendukung kegiatan wisata tersebut terkait batasan wilayah yang bisa dikunjungi agar tidak melanggar aturan yang berlaku.
Ia menyampaikan, koordinasi dengan BBKSDA itu terkait wilayah Cagar Alam yang secara aturan tidak boleh ada kegiatan di kawasan itu, sehingga kegiatan wisatanya tetap aman.
"Jadi, kita sedang meminimalisir, meskipun di sana sudah banyak aktivitas, tapi tetap secara aturan kan tidak boleh sebetulnya kalau di kawasan Cagar Alam," katanya.
Apalagi pekan depan, kata dia, ada kegiatan Jambore Nasional (Jamnas) Motor Suzuki TS tingkat nasional yang diperkirakan akan ada sekitar 800 sampai 1.000 peserta yang akan datang ke Kabupaten Garut.
Disparbud Garut, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan panitia penyelenggara dan BBKSDA agar nanti pelaksanaannya tidak menggunakan jalur yang melanggar aturan terkait Cagar Alam.
"Jadi, kita sudah kurasi beberapa kali, termasuk hari ini kita akan suruh, jangan sampai nanti lokasinya masuk ke wilayah-wilayah yang memang rawan terkait dengan Cagar Alam yang harus kita lindungi," katanya.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut BBKSDA Jawa Barat, Vitriana Yulalita menambahkan, terkait kegiatan jelajah alam menggunakan kendaraan bermotor itu ada jalur dan batasannya yakni tidak boleh masuk ke kawasan Cagar Alam.
"Tetap bisa dilaksanakan, jalurnya dipilih yang tidak masuk kawasan," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.