pickleballvnz.com

Warung terpaksa ditutup imbas galian SDA, pengusaha minta kompensasi

Jakarta (ANTARA) - Pemilik warung di kawasan Jalan Muchtar, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat bernama Rusyanto, meminta kompensasi dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), usai terpaksa menutup warungnya imbas penggalia...

Jakarta (ANTARA) - Pemilik warung di kawasan Jalan Muchtar, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat bernama Rusyanto, meminta kompensasi dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), usai terpaksa menutup warungnya imbas penggalian saluran air di depan tempat usahanya.

Rusyanto mengatakan, penggalian saluran yang dilakukan Dinas SDA untuk menangani banjir tersebut, menutup akses pembeli dari Jalan Muchtar ke arah warungnya.

"Benar-benar tutup (warung) karena kita juga enggak ada akses. Bahkan masuk aja susah. Kita cuma dikasih kayu doang buat menyeberang. Otomatis buat usaha ya enggak bisa. Kendaraan-kendaraan juga enggak bisa minggir jadinya buat singgah ke warung. Makanya kita minta kompensasi lah," kata Rusyanto kepada ANTARA, Selasa malam.

Menurut Rusyanto, kompensasi layak diberikan kepada warung-warung yang terdampak operasionalnya oleh penggalian saluran air.

"Pengennya sih warga yang dagang khususnya, minimal ada omongan kompensasi lah. Minimal kayak sehari Rp50 ribu atau berapa lama gitu kan, untuk mengganti jualan kita yang enggak bisa buka," kata Rusyanto.

Ia mengatakan, usaha warungnya sudah tutup sejak Minggu (19/7) lalu. Sementara warung-warung lain sudah tutup sejak beberapa waktu lalu, menyusul penggalian saluran yang dilakukan bertahap.

"Rugi saya, kalau tempat saya sendiri tuh udah dari hari Minggu (ditutup). Kalau yang lain kan udah dari sebelumnya. Kalau di tempat saya baru Minggu ini. Katanya estimasi seminggu lebih lah untuk bisa sampai dirapikan lagi dan ditutup salurannya, biar bisa buka warung lagi," kata Rusyanto.

Rusyanto pun menyadari pentingnya pembuatan saluran itu untuk penanganan banjir.

Namun, ia menyayangkan pemberitahuan pekerjaan galian yang tidak komprehensif dari RT setempat.

"Mulainya sebenarnya kan dari tiga minggu lalu, ya. Sebelumnya sudah dikasih tahu sama RT bakal ada perbaikan saluran. Tapi, kita juga enggak tahu mekanismenya kayak gimana. Dimulai dari seberang Jalan Joglo Raya tuh, depan kafe. Nah, akhirnya nyampai lah ke depan rumah saya (Jalan Muchtar)," ujar dia.

Selain mengeluhkan usaha yang terpaksa ditutup, Rusyanto juga mengeluhkan kemacetan yang ditimbulkan oleh pekerjaan galian itu.

"Kalau situ memang jalurnya padat, ya. Karena dari jalan lebar ke kecil kan jalurnya cukup macet. Kalau ditambah perbaikan saluran kayak gini, kayaknya tambah macet, sih. Sejauh ini sih ada pemberitahuan katanya mau ada penutupan jalan, cuma belum diberlakukan," kata dia.

Ia pun berharap agar kompensasi bisa diberikan oleh Dinas SDA, menyusul kerugian usahanya karena warungnya yang ditutup.

"Ya, buat para pedagang kan pinginnya gitu, ya. Proyek tetap lancar, yang penting usaha kita enggak terganggu. Kalau kayak gini kan kita kena dampaknya juga," pungkas Rusyanto.

Diketahui, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat merevitalisasi saluran air sepanjang sekitar 800 meter di perbatasan wilayah Kelurahan Petukangan Utara, Jakarta Selatan hingga Kelurahan Joglo, Jakarta Barat untuk mengintervensi penanganan banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

"Pembuatan saluran dari Jalan Joglo lalu belok ke Jalan Muchtar. Dan posisi saat ini sudah berada di Jalan Muchtar," kata Kasudin SDA Jakbar, Mustajab saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Mustajab mengatakan, pembenahan saluran dilakukan dengan pelebaran saluran yang telah ada serta pemasangan gorong-gorong kotak (box culvert).

"Durasi pengerjaan itu empat bulan. Jadi dari tanggal 5 Juli sampai Oktober nanti," kata Mustajab.

Baca juga: SDA Jakbar revitalisasi saluran air perbatasan untuk atasi banjir

Baca juga: SDA Jakbar segera bangun saluran air atasi genangan di Joglo Kembangan

Baca juga: Pemkot Jaktim revitalisasi saluran air di Malaka Jaya cegah banjir

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.