Warren Buffett Beli Bisnis Listrik 26 Tahun Lalu, Siapa Sangka Kini Jadi Lumbung Cuan
Liputan6.com, Jakarta - Berkshire Hathaway, perusahaan konglomerasi milik Warren Buffett, mendapat berkah tak terduga dari pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui investasi ...
Liputan6.com, Jakarta - Berkshire Hathaway, perusahaan konglomerasi milik Warren Buffett, mendapat berkah tak terduga dari pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) melalui investasi di sektor energi.
Pada tahun 2000, Berkshire menyetujui akuisisi MidAmerican Energy—perusahaan utilitas penyedia energi untuk kawasan Iowa dan Midwest. Kala itu, keputusan akuisisi yang diambil Buffett sama sekali tidak memperhitungkan tren AI.
Dikutip dari CNN, Senin (21/9/2026), dua dekade kemudian, di saat maraknya perkembangan AI memicu lonjakan permintaan energi secara drastis, kepemilikan atas perusahaan utilitas menjadi aset yang sangat menguntungkan. Hal ini dinilai menjadi kejelian khas Buffett dalam menempatkan Berkshire di posisi yang diuntungkan oleh dinamika masa depan.
"Berkshire sudah terjamin posisinya untuk diuntungkan oleh kebutuhan energi dan utilitas AI. Sudah menjadi ciri khas Buffett untuk memiliki penempatan modal pada aset yang belum jelas siapa pemenang utamanya kelak," ujar Ken Mahoney, Presiden dan CEO Mahoney Asset Management.
Mahoney menambahkan bahwa Buffett sejak lama memahami nilai strategis dari bisnis dasar yang menopang roda ekonomi. "Ia sudah lama paham bahwa Anda harus memiliki perusahaan yang memang dibutuhkan agar ekonomi bisa terus berfungsi," tuturnya. Ia juga menegaskan bahwa sektor bisnis yang terlihat membosankan kerap memberikan imbal hasil yang konsisten.
Iowa, salah satu wilayah operasional MidAmerican, kini telah berkembang menjadi pusat data (data center) AI. CEO Berkshire, Greg Abel—yang menggantikan posisi Buffett pada 2025—mengungkapkan dalam konferensi tahunan Mei lalu bahwa sekitar 8% dari total beban energi Berkshire di Iowa tahun lalu diserap oleh pusat data.
Direktur CFRA Research, Cathy Seifert, menilai tidak ada pembahasan mengenai strategi AI saat akuisisi MidAmerican berlangsung. "Saat akuisisi terjadi, tidak ada pembahasan strategi pembangunan AI, jadi ini bisa dianggap sebagai kombinasi ketajaman analisis dan sedikit keberuntungan," ujarnya.
"Ini merupakan buah dari kemampuan Buffett dalam memilih perusahaan bermutu tinggi. Kini mereka menikmati hasilnya dan ikut terkerek arus pertumbuhan AI," lanjut Seifert.