pickleballvnz.com

Wali Kota Semarang ajak sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Agustina Wilujeng Pramestuti mengajak seluruh warga menyukseskan pelaksanaan agenda nasional yakni Sensus Ekonomi 2026. "Sensus ini ANTARA News jateng peristiwa ...

Wali Kota Semarang ajak sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Jumat, 17 Juli 2026 22:27 WIB

Image Print

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti. ANTARA/HO-Pemkot Semarang

Semarang, Jateng (ANTARA) - Wali Kota Semarang, Jawa Tengah, Agustina Wilujeng Pramestuti mengajak seluruh warga menyukseskan pelaksanaan agenda nasional yakni Sensus Ekonomi 2026.

"Sensus ini tidak berkaitan dengan apapun. Kalau ada kabar bahwa habis didatangi petugas sensus, kemudian didatangi petugas pajak, itu hanya berbarengan," katanya di Semarang, Jateng, Jumat.

Pemutakhiran data pajak dilakukan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) sejak Mei 2026, yang merupakan proses pembaruan data yang berjalan terpisah dari Sensus Ekonomi.

Ia juga menyampaikan dirinya sudah didatangi petugas sensus untuk didata secara langsung dan menerima stiker sebagai tanda partisipasi.

"Saya sudah ditanya-tanya banyak hal dan lancar, enggak lama kok. Dan, menurut petugas sensus, data kita dijamin kerahasiaannya," katanya.

Ia kembali mengulangi pertanyaan yang sama kepada petugas Sensus Ekonomi 2026.

"Benar, Bu Wali Kota," kata Agustina mengulang jawaban petugas sensus.

Momentum itu diceritakannya sebagai bentuk keteladanan nyata, sekaligus ajakan kepada seluruh warga Kota Semarang agar tidak ragu menerima kedatangan petugas sensus.

Usai didata, ia juga langsung memimpin Rapat Percepatan Sensus Ekonomi 2026 bersama sekretaris daerah, para asisten, jajaran OPD terkait, serta seluruh camat se-Kota Semarang di Balai Kota Semarang.

Rapat koordinasi tersebut digelar untuk mengevaluasi kendala lapangan, sekaligus menggenjot capaian pendataan sensus di Kota Semarang yang saat ini baru mencapai 38 persen.

Dalam forum tersebut, Agustina juga memaparkan sejumlah tantangan, seperti keraguan warga memberikan data hingga sulitnya akses petugas ke kawasan perumahan elite dan area industri.

Mengingat sensus itu hanya digelar sepuluh tahun sekali, Pemkot Semarang kini tengah mengkaji pemberian apresiasi bagi kecamatan dengan capaian tertinggi guna mengejar target sebelum batas akhir pendataan pada 31 Agustus mendatang.

"Jangan takut ya, nanti kalau ada petugas sensus yang datang ke tempat warga. Mari kita dukung karena ini penting untuk mengambil kebijakan ekonomi pemerintah pusat," ajaknya, kepada seluruh warga Kota Semarang.

Sebagai langkah taktis, ia menginstruksikan seluruh camat untuk memperkuat koordinasi dan mengawal dukungan sektor pendataan hingga tingkat kelurahan, RT, dan RW.

Langkah percepatan itu didukung penuh oleh jaminan dari pihak BPS bahwa seluruh data yang telah diinput petugas akan langsung terkunci di dalam sistem dan dijamin kerahasiaannya.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.