Wali Kota Medan intruksikan jajaran normalisasi drainase cegah banjir - ANTARA News Sumatera Utara
Medan (ANTARA) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra menginstruksikan seluruh jajarannya termasuk tingkat kecamatan untuk menormalisasikan drainase guna mencegah banjir di wilayah itu. "Hari ini, Bapak Wali Kota men...
Medan (ANTARA) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra menginstruksikan seluruh jajarannya termasuk tingkat kecamatan untuk menormalisasikan drainase guna mencegah banjir di wilayah itu.
"Hari ini, Bapak Wali Kota mengerahkan kami untuk melaksanakan gotong-royong membersihkan parit (drainase)," ujar Asisten Ekonomi Pembangunan Setdako Medan, Citra Effendi Capah saat memimpin Gotong Royong di Jalan Taduan, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, Medan, Sabtu.
Ia mengatakan pembersihan drainase menjadi salah satu upaya untuk mencegah banjir karena bakal memperlancar aliran air dan mencegah terjadinya genangan.
Oleh karena itu, Capah mengatakan pekerjaan menormalisasi drainase harus menjadi atensi bersama guna mencegah bencana banjir di wilayah itu.
Dalam aksi gotong-royong tersebut, ia mengatakan pemerintah kota setempat mengerahkan alat berat untuk memaksimalkan pembersihan drainase.
"Kami menurunkan alat berat serta beberapa unit truk untuk mengangkut sampah dan sedimen hasil pengerukan," kata dia.
Menurut dia, pengerukan menjadi tahap awal sebelum dilakukan penataan drainase secara permanen karena pemerintah kota setempat bakal merencanakan pemasangan U-ditch.
"Ke depan kita rencanakan pemasangan U-ditch. Target-nya tahun 2027. Pengerjaan-nya akan kita fokuskan terlebih dahulu di sisi sebelah kiri jalan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan dan jalan tidak tertutup total," sebut dia.
Meski demikian, Ia mengatakan pembersihan drainase juga membutuhkan peran dan kontribusi dari seluruh elemen masyarakat.
Capah mengajak masyarakat ikut menjaga fungsi drainase dengan tidak, membuang sampah ke parit maupun menutup saluran air untuk kepentingan pribadi.
Menurutnya, penutupan parit di depan rumah tanpa memperhatikan aliran air dapat mengganggu warga lain karena menyebabkan aliran tersumbat.
"Gotong royong saja tidak cukup, harus menggunakan alat. Tetapi alat juga tidak bisa digunakan di semua titik karena banyak hal teknis, sehingga harus berkesinambungan antara alat dengan manual," ujarnya.
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.