Wali Kota Banjarbaru minta puskesmas sigap layani pasien kritis - ANTARA News Kalimantan Selatan
Siang tadi baru mendengar laporan. Saat itu saya langsung menelepon Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru, Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby meminta seluruh puskesmas di daer...
Siang tadi baru mendengar laporan. Saat itu saya langsung menelepon Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru,
Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby meminta seluruh puskesmas di daerah itu sigap memberikan pelayanan kepada pasien, terutama dalam kondisi kritis, menyusul adanya keluhan terkait pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Sungai Ulin.
Erna Lisa mengaku dirinya langsung meminta klarifikasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dan Kepala Puskesmas Sungai Ulin setelah menerima laporan mengenai pasien dalam kondisi kritis yang datang mencari pertolongan, namun diduga tidak segera mendapat pelayanan.
“Siang tadi baru mendengar laporan. Saat itu saya langsung menelepon Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru untuk minta keterangan, lalu menelepon lagi Kepala Puskesmas. Saya tanya, kenapa saat ada pasien datang mau berobat, tiba-tiba tidak ada orang," katanya di Banjarbaru, Jumat.
Meski demikian, klarifikasi tersebut tidak membuat Pemerintah Kota Banjarbaru langsung menganggap persoalan selesai.
Ia meminta Dinas Kesehatan melakukan evaluasi untuk memastikan prosedur pelayanan kegawatdaruratan berjalan sesuai standar.
Dia menekankan evaluasi diperlukan untuk mengetahui secara utuh kondisi yang terjadi saat pasien datang, termasuk kesiapan petugas dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan segera.
Dia juga mengingatkan agar tidak ada kelalaian dalam pelayanan kesehatan, karena keterlambatan penanganan pada kondisi kritis dapat berisiko terhadap keselamatan pasien.
“Yang jelas, saya akan menindak tegas kepada Kepala Puskesmasnya. Kenapa anak buahnya tidak ada di tempat," ucapnya.
Menurut dia, fasilitas kesehatan pemerintah harus benar-benar siap memberikan pelayanan ketika masyarakat datang membutuhkan pertolongan, sehingga keberadaan UGD tidak hanya tersedia secara fisik, tetapi juga didukung kesiapan petugas.
Ia menegaskan pelayanan kesehatan tidak boleh membedakan pasien berdasarkan kartu tanda penduduk (KTP) maupun asal wilayah, termasuk ketika pasien yang membutuhkan pertolongan bukan merupakan warga Kota Banjarbaru.
“Kalau ada orang sakit, saya tidak memandang lagi siapa itu, warga siapa. Saya melihat orang sakit, pokoknya dibantu saja. Tidak peduli warga mana, yang penting nyawa harus diselamatkan,” katanya.
Selain itu, dia berharap hasil evaluasi Dinas Kesehatan bersama tim bidang pelayanan dapat memberikan gambaran jelas mengenai kejadian di Puskesmas Sungai Ulin sekaligus menjadi bahan perbaikan agar pelayanan kegawatdaruratan di seluruh puskesmas semakin responsif.
“Jangan sampai masyarakat yang datang dalam kondisi membutuhkan pertolongan justru harus menunggu. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas,” kata Wali Kota Banjarbaru.
Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.