Wakapolri cek kesiapan sarpras karhutla Polda Kalteng
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol Dedi Prasetyo mengecek langsung kesiapan personel dan sarana prasarana penanganan kebakaran hutan dan lahan di Posko ANTARA News kalteng otomotif ...
Wakapolri cek kesiapan sarpras karhutla Polda Kalteng
Jumat, 11 September 2026 17:31 WIB
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, pada saat mengecek sarana dan prasarana penanganan karhutla, di Mapolda Kalteng, Jumat (11/9) sore. ANTARA/Rajib Rizali.
Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol Dedi Prasetyo mengecek langsung kesiapan personel dan sarana prasarana penanganan kebakaran hutan dan lahan di Posko Induk Polda Kalimantan Tengah.
"Alhamdulillah, pertama kali juga terima kasih kepada Kapolda dengan seluruh jajaran. Jadi saya mengecek langsung di posko induknya di Polda, kemudian mengecek langsung bagaimana kesiapannya juga, personelnya, sarana prasarananya," kata Dedi, Jumat sore.
Dalam pengecekan tersebut, Wakapolri turut melihat sejumlah sarana pendukung yang disiapkan untuk penanganan karhutla, termasuk cairan yang akan digunakan untuk melakukan injeksi terhadap kebakaran, khususnya pada lahan gambut.
Kesiapan sarana prasarana tersebut menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi karhutla di Kalimantan Tengah karena karakteristik lahan gambut membutuhkan metode penanganan yang tidak hanya mengandalkan pemadaman dari permukaan.
"Kemudian untuk batas air muka tanahnya di gambut, itu batas paling amannya kan 40 cm. Sekarang ini sudah jauh di bawah. Di Kalimantan Tengah ini sudah ada di 120 cm, berarti minus," ucapnya.
Dedi mengatakan kondisi tersebut menunjukkan tingkat kekeringan lahan gambut yang sangat tinggi, terlebih Kalimantan Tengah saat ini memasuki periode El Nino yang sangat kuat pada Agustus-September.
Selain melakukan pengecekan kesiapan sarpras, pihaknya juga melibatkan peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) dari Lemhannas, TNI-Polri dan Sespimti untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
Hal itu dilakukan dengan harapan dapat memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus memberikan asistensi dan pembelajaran mengenai pola penanganan karhutla yang telah diterapkan Polda Kalteng berdasarkan pengalaman di lapangan.
"Untuk kebakaran-kebakaran dalam skala besar ini, dia tidak bisa hanya water bombing, tidak bisa hanya satgas darat," ujarnya.
Untuk itu Dedi menekankan, penanganan karhutla dilakukan dengan berbagai metode, termasuk menyiapkan alat berat, pembangunan sekat kanal dan pemanfaatan sumur bor yang melibatkan unsur TNI, Polri serta masyarakat.
Menurut Dedi, sekat kanal diperlukan untuk menjaga pembasahan lahan gambut dengan mengisi kanal-kanal menggunakan air sehingga api yang muncul dari bawah permukaan gambut dapat tertahan, sementara sumur bor juga dinilai efektif untuk memitigasi karhutla.
Dia menegaskan upaya maksimal harus dilakukan ketika kondisi memasuki El Nino yang sangat kuat karena tingkat kekeringan yang tinggi membuat penanganan karhutla membutuhkan langkah luar biasa dan kolaborasi seluruh pihak.
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.