pickleballvnz.com

Wagub sebut momen HAN jadi penggerak pembangunan anak di Papua

Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen menyebutkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) harus menjadi penggerak pembangunan anak di Papua melalui peningkatan kualitas layanan ANTARA News papua 5 ...

Wagub sebut momen HAN jadi penggerak pembangunan anak di Papua

Jumat, 24 Juli 2026 11:30 WIB

Image Print

Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen saat mencanangkan bulan anak bertempat Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Kamis (23/7) (ANTARA/Qadri Pratiwi)

Jayapura (ANTARA) - Wakil Gubernur Papua Aryoko A.F. Rumaropen menyebutkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) harus menjadi penggerak pembangunan anak di Papua melalui peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor.

"Dari data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Papua menunjukkan layanan bagi anak di sejumlah bidang masih belum optimal oleh sebab itu, kami terus melakukan koordinasi dan kerja sama guna menjawab tantangan tersebut," katanya usai menghadiri kegiatan Hari Anak Nasional bertempat di Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Kamis.

Menurut Aryoko, oleh sebab itu pihaknya terus mengintegrasikan berbagai program layanan, baik yang berasal dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

"Integrasi tersebut diselaraskan dengan visi dan misi kepala daerah yang telah dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD)," ujarnya.

Dia menjelaskan seperti pembangunan lingkungan ramah anak membutuhkan kerja sama dari berbagai sektor, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pendidikan, layanan sosial, hingga pembangunan infrastruktur yang mendukung tumbuh kembang anak.

"Berbagai program pelayanan kepada masyarakat, termasuk kegiatan yang telah dilaksanakan di lingkungan Kantor Gubernur Papua merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan anak,"katanya lagi.

Dia menambahkan untuk itu keberhasilan pembangunan rama anak sangat bergantung pada komitmen pimpinan daerah yang diterjemahkan oleh seluruh organisasi perangkat daerah dalam bentuk program dan kegiatan yang terintegrasi.

Sementara itu,Kepala DP3AP2KB Provinsi Papua, Selvina Y. Imbiri mengatakan berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Papua, sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat 32 kasus yang ditangani.

"Dari jumlah tersebut 17 kasus merupakan kekerasan terhadap anak, yakni korban berusia 0 hingga sebelum 18 tahun sedangkan 15 kasus lainnya merupakan kekerasan terhadap perempuan dewasa," katanya.

Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026