pickleballvnz.com

Wagub NTB meminta pemda tingkatkan kesiapsiagaan hadapi ancaman karhutla

Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri meminta seluruh pemerintah daerah baik kabupaten/kota, termasuk TNI/Polri serta masyarakat, untuk ANTARA News mataram 38 ...

Mataram (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Barat (NTB) Indah Dhamayanti Putri meminta seluruh pemerintah daerah baik kabupaten/kota, termasuk TNI/Polri serta masyarakat, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Sesuai arahan pusat kami diminta untuk melakukan antisipasi, supaya tidak muncul atau terjadi lagi spot-spot kebakaran hutan dan lahan," kata Wagub Indah kepada wartawan usai rakor penanganan dan peningkatan eskalasi karhutla di Mataram, Selasa.

Berdasarkan data, lanjutnya, kasus karhutla di NTB pada musim kemarau tahun ini hanya terjadi di kawasan Gunung Rinjani. Saat ini titik api yang sebelumnya membakar sejumlah lahan di kawasan Gunung Rinjani sudah berhasil dipadamkan.

"Sementara yang terdata di kami baru di sekitar Gunung Rinjani," ucapnya.

Sesuai arahan pusat, kata Wagub Indah, pemda baik provinsi dan kabupaten/kota diminta sedini mungkin melakukan upaya pencegahan dan antisipasi melalui berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI/Polri untuk kesiapsiagaan.

Puncak musim kemarau akibat pengaruh El-Nino di NTB terjadi pada bulan September, sehingga perlu peningkatan antisipasi karhutla.

"Jadi, sesuai arahan Pak Menko Polkam untuk melakukan koordinasi dengan BNPB dan BPBD di masing-masing daerah. Karena itu semua lembaga diminta mewaspadai dampak dan memperkuat langkah pencegahan serta antisipasi intensifikasi pengawasan selama puncak El Nino dan penyesuaian kesiapsiagaan lapangan diperlukan," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bersama unsur terkait berhasil mengendalikan karhutla di kawasan Resor Sembalun di TNGR.

Baca juga: 30 hektare lahan terbakar di kaki Gunung Rinjani, api berhasil dipadamkan

Kepala Balai TNGR  Budhy Kurniawan mengungkapkan kebakaran lahan berhasil dikendalikan pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 01.30 WITA.

"Api berhasil dikendalikan dengan pemeriksaan di areal penanganan tidak menemukan titik api aktif dan petugas kemudian melakukan mopping up atau penyisiran dan pemadaman sisa material yang masih berpotensi menyala kembali," ujarnya.

Baca juga: Tim gabungan TNGR mengevakuasi pendaki alami kecelakaan di Gunung Rinjani

Dia menjelaskan kebakaran pertama kali dilaporkan masyarakat pada Jumat (7/8) sekitar pukul 16.48 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Resor Sembalun bersama siswa PKL SKMA segera melakukan pengecekan lapangan dan menemukan tiga titik api aktif di kawasan Maletan.

Tim kemudian melakukan konsolidasi dan menyiapkan peralatan pengendalian dan pemadaman. Dalam penanganan awal, sekitar 22 personel yang terdiri dari petugas TNGR, Masyarakat Mitra Polhut, masyarakat, siswa PKL SKMA, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, serta Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Timur, terlibat dalam upaya pemadaman.

Pewarta : Nur Imansyah
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026