pickleballvnz.com

Viral MBG Keciduk Diangkut Pakai Pikap Berkarat, SPPG Ngaku Terpaksa Karena…

Home / News / Daerah Jum'at, 31 Juli 2026, 06:10 WIB Warta Ekonomi, Jakarta - Pendistribusian Progra...

Jum'at, 31 Juli 2026, 06:10 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Buniwangi, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, menjadi sorotan publik setelah sebuah video viral di media sosial. Penyebabnya bukan soal menu makanan yang dibagikan, melainkan kendaraan yang digunakan untuk mengantarkan ompreng makanan ke sekolah.

Dalam video berdurasi 41 detik yang beredar, terlihat ompreng berisi makanan diangkut menggunakan mobil pikap terbuka. Kondisi kendaraan itu pun mengundang perhatian karena bagian samping bak mobil tampak berkarat, dan hanya ditutup menggunakan lembaran tripleks yang diikat tali. Sementara bagian atas kendaraan tetap terbuka.

Pembuat video bahkan melontarkan kritik terhadap cara pendistribusian tersebut.

"Aduh ini SPPG Buniwangi, kurang modal. Tidak ada selera melihatnya juga, lama-lama mirip bak sampah ini mah, kurang pantas, tidak membuat nafsu makan," ungkap pembuat video dalam bahasa Sunda.

Baca Juga: 'Nanti Dibilang Pilih Kasih', Prabowo Perintahkan Semua Siswa Diberi MBG, Kecuali...

Video tersebut langsung memicu beragam komentar dari warganet. Banyak yang mempertanyakan standar kebersihan dan sterilitas dalam proses distribusi makanan untuk para siswa. Tak sedikit juga yang khawatir makanan tersebut pada akhirnya basi lantaran terkena sinar matahari. 

Menanggapi polemik yang berkembang, Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Buniwangi, Bagas, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan penggunaan mobil pikap bukanlah prosedur yang direncanakan, melainkan dilakukan karena kendaraan operasional utama mengalami kerusakan.

Menurut Bagas, pihaknya terpaksa mengambil langkah tersebut agar distribusi makanan tetap dapat dilakukan tepat waktu, terutama ke sekolah-sekolah yang berada di lokasi cukup jauh.

Meski demikian, pihak SPPG mengakui cara pengiriman tersebut memang tidak sesuai dengan standar sterilitas yang seharusnya diterapkan dalam pendistribusian menu MBG. Namun, keputusan itu diambil sebagai langkah darurat agar layanan kepada para siswa tidak terhambat.

Sementara itu, Koordinator SPPG Kecamatan Pagelaran, Abdul Latif, mengatakan pihaknya telah memberikan teguran lisan kepada pengelola SPPG Buniwangi. Ia juga meminta agar kejadian serupa dievaluasi sehingga tidak kembali terulang.

Terkait kemungkinan pemberian sanksi, Abdul Latif menyebut kewenangan tersebut berada di tangan Badan Gizi Nasional (BGN), yang akan menentukan langkah lebih lanjut atas insiden distribusi MBG yang kini menjadi sorotan publik.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri