Viral Isu Gempa Megathrust, Ini Doa agar Selamat dari Gempa Bumi
AKURAT.CO Isu mengenai potensi gempa megathrust kembali ramai diperbincangkan masyarakat. Narasi tentang kemungkinan terjadinya gempa besar beredar di media sosial dan memicu kekhawatiran publik, khususnya terk...
AKURAT.CO Isu mengenai potensi gempa megathrust kembali ramai diperbincangkan masyarakat. Narasi tentang kemungkinan terjadinya gempa besar beredar di media sosial dan memicu kekhawatiran publik, khususnya terkait kawasan Megathrust Selat Sunda.
Namun, masyarakat perlu membedakan antara potensi bencana dan prediksi waktu terjadinya gempa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan klarifikasi bahwa gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti mengenai kapan, di mana, dan berapa kekuatannya.
Karena itu, informasi mengenai gempa besar yang disebut akan terjadi pada waktu tertentu sebaiknya tidak langsung dipercaya. Masyarakat justru dianjurkan mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan bencana.
Dalam perspektif Islam, menghadapi kabar tentang bencana tidak semestinya dilakukan dengan kepanikan. Seorang Muslim dianjurkan untuk tetap tenang, berikhtiar, sekaligus memperbanyak doa kepada Allah SWT.
Baca Juga: Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 15 September 2026
Salah satu doa yang dapat dibaca ketika menghadapi ketakutan atau memohon perlindungan dari berbagai keburukan adalah doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرَقِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan, dari jatuh, dari tenggelam dan terbakar, dari gangguan setan ketika kematian, dari meninggal dalam keadaan melarikan diri dari medan perang di jalan-Mu, dan dari meninggal karena terkena gigitan.”
Doa tersebut diriwayatkan dalam sejumlah hadis, antara lain dari Abu al-Yusr melalui Sunan Abi Dawud. Kandungannya relevan sebagai doa perlindungan dari berbagai bentuk musibah, meskipun tidak secara khusus merupakan doa untuk menghadapi gempa bumi.
Selain itu, Al-Qur’an mengajarkan manusia untuk memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 153, Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Ayat tersebut memberikan pesan penting ketika manusia menghadapi situasi yang menimbulkan ketakutan. Sabar bukan berarti pasif atau hanya menunggu pertolongan, tetapi tetap tenang sambil melakukan ikhtiar yang diperlukan.
Dalam konteks ancaman gempa bumi, ikhtiar tersebut dapat dilakukan dengan mengetahui jalur evakuasi, mengenali tempat yang relatif aman di dalam rumah, menyiapkan perlengkapan darurat, serta mengikuti arahan pemerintah dan lembaga kebencanaan.