pickleballvnz.com

Upacara HUT RI Berlangsung Khidmat, Wali Kota serukan kemandirian ekonomi isi kemerdekaan

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat di wilayahnya untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui karya, kemandirian ekonomi, ANTARA News jogja 28 ...

Upacara HUT RI Berlangsung Khidmat, Wali Kota serukan kemandirian ekonomi isi kemerdekaan

Senin, 17 Agustus 2026 15:16 WIB

Image Print

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Wawan Harmawan saat Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, di Lapangan Balai Kota Yogyakarta. Senin (17/8/2026). ANTARA/Hery Sidik

Yogyakarta (ANTARA) - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat di wilayahnya untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui karya, kemandirian ekonomi, kepedulian, dan gotong royong guna mengisi kemerdekaan.

Wali Kota dalam amanatnya pada Upacara Peringatan HUT Ke-81 RI di Yogyakarta, Senin, mengatakan setelah kemerdekaan politik berhasil diperjuangkan, perjuangan berikutnya adalah mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan, agar rakyat semakin berdaya.

"Karena itu, saya mengajak masyarakat untuk semakin mencintai produk lokal, menghidupkan usaha di kampung-kampung, mendukung UMKM, mengembangkan kreativitas anak muda dan membangun ekonomi yang tumbuh dari kekuatan masyarakat sendiri," katanya.

Hasto mengajak masyarakat berbelanja di warung tetangga, menggunakan produk karya warga lokal, memberi ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya dan berusaha, karena setiap rupiah yang berputar di lingkungannya akan ikut menghidupkan perekonomian warga.

"Kemandirian juga berarti menjadi masyarakat yang produktif, hidup secukupnya, tidak boros, dan mampu membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Jangan sampai kita lebih sibuk mengejar gengsi daripada menghasilkan karya dan prestasi," katanya.

Wali Kota mengatakan Yogyakarta memiliki modal besar yaitu kekuatan kampung, budaya srawung dan gotong royong, karena itu di tengah dunia yang semakin individual, mari pertahankan kebiasaan saling menyapa, saling menjaga, dan saling membantu.

"Jangan biarkan ada tetangga yang kesulitan tanpa kita ketahui. Jangan biarkan anak-anak tumbuh tanpa perhatian lingkungan. Jangan pula membiarkan lansia, keluarga miskin, maupun saudara kita yang membutuhkan, berjalan sendiri," katanya.

Menurut dia kemerdekaan akan semakin bermakna ketika kemajuan dapat dirasakan bersama, karena itu warga Yogyakarta harus memiliki tanggung jawab menjaga karakter dan nilai-nilai luhur, santun tanpa kehilangan ketegasan, berani tanpa merendahkan, dan maju tanpa meninggalkan unggah-ungguh.

Yogyakarta, kata dia, telah mengenal nilai hamemayu hayuning bawana, bahwa kehidupan yang baik harus dirawat dan dibuat menjadi lebih baik lagi, yang semangat tersebut dapat dimulai dari hal sederhana.

"Menjaga kebersihan lingkungan, memilah dan mengolah sampah, membersihkan sungai, merawat kampung, menanam pohon, menggunakan ruang publik dengan tertib, serta bersama-sama menjaga Kota Yogyakarta tetap nyaman untuk seluruh warganya," katanya.

Menurutnya peringatan kemerdekaan sebaiknya juga meninggalkan jejak manfaat seperti mengadakan berbagai lomba dan kegiatan di kampung secara riang gembira, namun semangat 17 Agustus tidak selesai ketika panggung dibongkar dan bendera diturunkan.

"Alangkah baiknya apabila rangkaian kemerdekaan juga melahirkan kampung bersih, UMKM semakin maju, lingkungan semakin hijau, anak-anak semakin kreatif, warga semakin sehat, serta hubungan antar warga semakin erat. Kemeriahan boleh selesai, tetapi manfaatnya harus terus ada," katanya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan dalam mengisi hari Kemerdekaan RI, Pemkot Yogyakarta fokus pada pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Menurut dia, hal itu karena Yogyakarta yang juga kota pariwisata ini SDM harus lebih berkualitas seperti menguasai bahasa asing, tapi juga harus bisa bahasa Jawa Kromo Inggil, disamping itu, Kota Yogyakarta juga memiliki modal kekuatan gotong royong masyarakat.

"Jadi kita sekarang lebih meningkatkan local wisdom. Kita gotong royong yang menjadi satu kekuatan Kota Yogyakarta yang harus kita utamakan," kata Wawan usai upacara.

Pada Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Balai Kota Yogyakarta, Wali Kota Yogyakarta bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Upacara Kemerdekaan RI tersebut diikuti peserta dari para pegawai dan aparatur sipil negara (ASN) di seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta, serta unsur TNI/Polri di Yogyakarta.

Sementara petugas pengibaran terdiri dari Komandan Pasukan Letda Duwi Suharyanto dengan Pasukan 8 yang terdiri atas pembawa nampan Savaira Luna Shiva Widodo, pendamping nampan Lativa Khalila Fauzi, serta tiga pengibar yakni Kevin Chaveezo Del Cannavaro, Muhammad Rusyda Aiqona, dan Samuel Tegar Sahisnu.

Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Balai Kota Yogyakarta. Senin (17/8/2026). ANTARA/Hery Sidik

Pewarta : Hery Sidik
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026