UNP hilirisasikan E-Motion GEP untuk sekolah inklusif
Universitas Negeri Padang (UNP) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berbasis riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. Melalui Program ANTARA News sumbar 21 ...
Padang (ANTARA) - Universitas Negeri Padang (UNP) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berbasis riset yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat UNP Berdampak, tim dosen Fakultas Ilmu Pendidikan mengimplementasikan hasil penelitian berupa website E-Motion GEP (E-Asesmen Multidimensional Gangguan Emosi dan Perilaku), sebagai instrumen digital untuk membantu guru melakukan deteksi dini gangguan emosi, dan perilaku pada siswa di sekolah inklusif.
Ketua Tim Pengabdian, Prof. Dr. Marlina, S.Pd., M.Si., menjelaskan pengembangan website E-Motion GEP merupakan bentuk hilirisasi hasil penelitian, yang bertujuan menjawab kebutuhan sekolah terhadap instrumen asesmen yang praktis, ilmiah, dan mudah digunakan.
"Selama ini, banyak guru masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi gangguan emosi dan perilaku secara sistematis, sehingga penanganan terhadap peserta didik sering kali terlambat dilakukan," katanya di Padang, Senin.
Melalui platform digital tersebut, guru dapat melakukan asesmen secara daring, dengan mengisi data perilaku siswa berdasarkan hasil observasi.
Selanjutnya, sistem secara otomatis mengolah data, menampilkan interpretasi hasil asesmen, serta memberikan informasi yang dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut.
Dengan demikian, proses skrining menjadi lebih objektif, terstandar, efisien, dan berbasis bukti (evidence-based).
Prof. Dr. Marlina, S.Pd., M.Si., menambahkan kemampuan guru dalam mengenali kondisi emosi dan perilaku peserta didik, merupakan bagian penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang inklusif.
"Keberhasilan belajar peserta didik tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kondisi emosi dan perilakunya. Oleh karena itu, deteksi dini menjadi langkah awal yang sangat penting agar sekolah dapat memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak," lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa implementasi website E-Motion GEP menjadi bukti nyata komitmen UNP dalam menghilirisasikan hasil penelitian agar tidak berhenti sebagai produk akademik semata, tetapi benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya satuan pendidikan.
Program hilirisasi inovasi yang dilaksanakan pada 16 dan 17 Juli di Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat, melibatkan 47 guru dari 30 Sekolah Dasar inklusif yang berada di bawah binaan Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) Kecamatan Sungai Geringging.
Kegiatan ini dipimpin Prof. Dr. Marlina, S.Pd., M.Si. bersama tim pengabdian yang terdiri atas Endang Sri Handayani, M.Pd., Randi Proska Sandra, S.Pd., M.Sc., Antoni Tsaputra, S.S., M.A., Ph.D., serta didukung oleh tiga mahasiswa Departemen Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan UNP.
Kegiatan turut menghadirkan narasumber Syari Yuliana, M.Pd. dan Dr. Johandri Taufan, M.Pd., serta bekerja sama dengan Ketua K3SD Kecamatan Sungai Geringging, Syaiful Effendi, S.Pd.
Selama pelaksanaan kegiatan, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Pada sesi awal, lebih dari separuh guru mengungkapkan bahwa mereka memiliki siswa dengan karakteristik gangguan emosi dan perilaku di sekolah masing-masing, namun belum memiliki instrumen yang memadai untuk melakukan identifikasi secara tepat.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap perangkat asesmen yang praktis dan terstandar masih sangat besar di sekolah dasar inklusif.
Salah seorang peserta, Rahmiwati, S.Pd., guru SD inklusif di Kecamatan Sungai Geringging, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut telah mengubah cara pandangnya dalam memahami perilaku peserta didik di kelas.
"Selama ini kami sering memberikan label 'anak nakal' kepada siswa yang sering mengamuk, sulit diatur, atau perilakunya berbeda dengan teman-temannya, karena kami memang belum memahami karakteristik gangguan emosi dan perilaku," katanya.
Setelah mengikuti pelatihan ini, guru jadi mengetahui bahwa perilaku tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan emosi, dan perilaku yang perlu dikenali sejak dini.
"Website E-Motion GEP sangat membantu, karena memudahkan guru melakukan asesmen secara sistematis, hasilnya dapat langsung diinterpretasikan, dan menjadi dasar bagi kami untuk menentukan langkah penanganan yang lebih tepat sesuai kebutuhan setiap anak," tambahnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya identifikasi dan asesmen pada pendidikan inklusif, dilanjutkan dengan pembahasan karakteristik gangguan emosi dan perilaku serta tahapan asesmennya.
Selanjutnya peserta mengikuti praktik penggunaan website E-Motion GEP, mulai dari proses registrasi, pengisian instrumen, analisis hasil, hingga interpretasi laporan asesmen.
Tim pengabdian juga memberikan pendampingan secara langsung, agar guru mampu memahami hasil asesmen dan menyusun langkah intervensi awal yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Ketua K3SD Kecamatan Sungai Geringging, Syaiful Effendi, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut, karena dinilai memberikan solusi nyata bagi guru dalam menghadapi tantangan pendidikan inklusif.
"Kami sangat mengapresiasi Universitas Negeri Padang yang telah memilih Kecamatan Sungai Geringging sebagai lokasi pelaksanaan program ini. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak guru memperoleh penguatan kompetensi dalam memberikan layanan kepada anak berkebutuhan khusus," katanya.
Selain meningkatkan kompetensi guru, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi kebijakan UNP Berdampak, yaitu menghadirkan hasil riset yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan layanan pendidikan inklusif dan peningkatan kompetensi guru, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan dengan memperluas akses layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan inovasi digital berbasis hasil riset untuk mendukung deteksi dini gangguan emosi dan perilaku secara lebih cepat, objektif, dan berbasis bukti.
Melalui pemanfaatan teknologi digital dalam proses asesmen, guru diharapkan mampu melakukan identifikasi lebih cepat, akurat, dan objektif sehingga peserta didik yang membutuhkan dukungan khusus dapat memperoleh layanan pendidikan secara tepat sejak dini.
Ke depan, tim pengabdian berencana memperluas implementasi website E-Motion GEP ke lebih banyak sekolah inklusif di berbagai daerah, sebagai upaya memperkuat sistem deteksi dini gangguan emosi dan perilaku di Indonesia.
Langkah ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya pendidikan inklusif yang berkualitas, adaptif, serta mampu memenuhi kebutuhan belajar setiap peserta didik tanpa terkecuali.