Unjuk rasa terkait krisis air di Meksiko disusupi, berakhir rusuh
Mexico City (ANTARA) - Aksi unjuk rasa pada Minggu (18/10) yang menentang krisis pasokan dan pencemaran air di Guadalajara, Meksiko bagian barat, berujung rusuh.Aksi tersebut merupakan demonstrasi kedua dalam s...
Mexico City (ANTARA) - Aksi unjuk rasa pada Minggu (18/10) yang menentang krisis pasokan dan pencemaran air di Guadalajara, Meksiko bagian barat, berujung rusuh.
Aksi tersebut merupakan demonstrasi kedua dalam sepekan yang dipicu oleh krisis air di kota itu.
Warga di wilayah metropolitan Guadalajara telah bertahun-tahun menghadapi masalah pasokan air. Mereka mengeluhkan kekurangan air serta air berwarna hitam dan berbau menyengat yang mengalir dari keran rumah.
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus, pada awal bulan ini mengakui kejadian yang disebutnya sebagai “krisis air minum yang belum pernah terjadi sebelumnya”. Otoritas kesehatan juga mendeteksi bakteri koliform dalam pasokan air.
Aksi unjuk rasa pada Minggu berubah ricuh ketika sekelompok orang bertopeng diduga meledakkan bahan peledak dan membakar pintu masuk gedung Kongres negara bagian Jalisco.
Pihak berwenang dan penyelenggara demonstrasi menyebut kelompok itu sebagai penyusup yang diduga bergabung dalam aksi untuk memicu kerusuhan.
Video dan laporan yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah orang membawa palu, bom molotov, dan petasan. Laporan mengenai penjarahan serta perusakan tempat usaha juga beredar.
Beberapa pengunjuk rasa menyatakan tidak terkait dengan tindakan kelompok bertopeng tersebut dan menentang tindakan mereka. Sejumlah massa demonstrasi bahkan menolak melanjutkan pawai sebelum orang-orang yang bertanggung jawab atas kerusuhan itu dipisahkan dari rombongan.
Baca juga: Gletser Thwaites di Antartika mencair Lebih cepat, ancam muka laut
Preman provokator
“Pada awalnya, sekelompok preman yang melakukan kekerasan berusaha memicu kerusuhan dan kekacauan. Namun, para penyelenggara dari kalangan masyarakat berhasil mengidentifikasi mereka, menolak tindakan mereka, dan mengusir mereka dari pawai,” tulis Lemus di platform media sosial X.
Sebanyak lima orang dilaporkan ditahan setelah ditemukan berada di dalam sebuah mobil pikap curian yang berisi beberapa wadah bensin. Mereka diduga terlibat dalam pembakaran pintu masuk gedung Kongres negara bagian dan gedung lembaga peradilan.
Demonstrasi terbaru itu menyusul aksi pertama bertajuk "Pawai untuk Air" yang digelar di Guadalajara pada 11 Oktober dan diikuti lebih dari 10.000 orang.
Dalam aksi tersebut, pihak berwenang mengerahkan polisi antihuru-hara dan petugas pemadam kebakaran. Petugas dilaporkan menggunakan air bersih untuk membubarkan demonstran.
Aksi unjuk rasa pada 11 Oktober itu menyebabkan 57 orang terluka dan 39 orang ditahan. Insiden tersebut juga diwarnai tuduhan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi terhadap demonstran dan wartawan.
Sebanyak 17 petugas kepolisian kemudian menghadapi proses hukum atas dugaan penggunaan kekuatan berlebihan. Sementara itu, sejumlah orang yang ditahan juga menuduh polisi melakukan penyiksaan.
Lemus mengaitkan krisis air tersebut dengan kondisi jaringan pipa kota yang sudah tua dan, menurutnya, tidak mendapat pemeliharaan selama lebih dari 70 tahun. Dia juga mengumumkan rencana untuk merenovasi saluran air di kota itu.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Kerusuhan di Prancis akibatkan kerugian ritel hingga ratusan juta euro
Penerjemah: Primayanti
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.