UMKM di Belitung bertransformasi digital pasarkan produk - ANTARA News Bangka Belitung
Tanjungpandan (ANTARA) - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (...
Tanjungpandan (ANTARA) - Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah itu sudah mulai melakukan transformasi digital dalam pemasaran produk usaha guna naik kelas.
"Kami melihat pelaku UMKM di Belitung sudah ada yang mulai memanfaatkan layanan digital untuk memasarkan produk sehingga memperluas pemasaran sekaligus mereka naik kelas," kata Kepala Bidang Koperasi dan UKM, DKUKMPTK Belitung, Edi Siswaya di Tanjungpandan, Rabu.
Ia mengatakan, transformasi digital yang dimaksud tersebut mulai dari pengelolaan keuangan hingga strategi promosi dan pemasaran.
Menurutnya, langkah ini dilakukan guna memperkuat daya saing serta mendorong daya naik kelas UMKM lokal yang kini menjadi salah satu pilar utama penggerak perekonomian masyarakat.
"Kami terus memfasilitasi para pelaku UMKM lokal agar mampu beradaptasi dengan ekosistem digital yang terus berkembang pesat," ujarnya.
Dikatakan, DKUKMPTK Belitung juga memfasilitasi dan mendampingi para pelaku UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang melalui digitalisasi.
"Fokus kita meliputi pengelolaan keuangan digital hingga perluasan pemasaran secara daring," katanya.
Menurut Edi, komitmen tersebut diwujudkan melalui serangkaian program berkesinambungan, mulai dari pelatihan berkala, workshop, hingga seminar interaktif yang menyasar para pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha.
Selain pelatihan terstruktur, lanjut dia, pihaknya juga mengoptimalkan peran Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Belitung sebagai wadah konsultasi dan pendampingan secara langsung bagi para pelaku usaha.
"Layanan di PLUT UMKM difokuskan untuk membantu proses "onboarding" digital, seperti pendaftaran marketplace, pembuatan identitas visual produk, pemanfaatan sistem pembayaran non tunai (QRIS), hingga pengelolaan laporan keuangan berbasis aplikasi digital," ujarnya
Edi menambahkan, jumlah UMKM di Belitung terus mengalami peningkatan, pada tahun 2025 terdapat sebanyak 22.970 UMKM dan per Juli 2026 jumlahnya meningkat 23.504 UMKM.
Disampaikan, pertumbuhan jumlah UMKM ini membuktikan UMKM telah menjadi pondasi kuat penopang roda ekonomi daerah.
"Kami optimistis UMKM lokal mampu bertransformasi menjadi unit usaha yang mandiri, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap bersaing di pasar nasional maupun global," kata Edi Siswaya.
Pewarta: Kasmono/Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.