UMK Kudus gandeng BPJAMSOSTEK untuk melindungi peserta lomba voli Dekan Cup
Universitas Muria Kudus (UMK) mendaftarkan 127 atlet voli dari 11 SMA/SMK/MA yang mengikuti ajang lomba voli putri Dekan Cup FT UMK 2026 sebagai peserta jaminan sosial ANTARA News jateng peristiwa ...
UMK Kudus gandeng BPJAMSOSTEK untuk melindungi peserta lomba voli Dekan Cup
Selasa, 15 September 2026 13:29 WIB
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kudus Dewi Mulya Sari disaksikan Dekan FT UMK saat menyampaikan kartu kepesertaan terhadap salah satu peserta lomba voli putri Dekan Cup 2026 di lapangan voli Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kudus (ANTARA) - Universitas Muria Kudus (UMK) mendaftarkan 127 atlet voli dari 11 SMA/SMK/MA yang mengikuti ajang lomba voli putri Dekan Cup FT UMK 2026 sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan untuk menjamin keselamatan peserta selama bertanding.
"Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab UMK dan langkah antisipatif terhadap risiko kecelakaan saat pertandingan berlangsung," kata Dekan Fakultas Teknik UMK Taufiq Hidayat di sela-sela pembukaan lomba voli Dekan Cup Fakultas Teknik (FT) UMK di lapangan voli UMK di Kudus, Selasa.
Hadir dalam acara pembukaan, Dekan Fakultas UMK bersama jajaran, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kudus Dewi Mulya Sari, dan para peserta lomba voli dari sejumlah sekolah di Jateng.
Menurut Taufiq pendaftaran kepesertaan di BPJAMSOSTEK atau BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan rasa aman kepada para peserta lomba selama mengikuti ajang Dekan Cup 2026.
Sebanyak 127 peserta, berasal dari 11 sekolah tingkat SMA dan sederajat itu, di antaranya dari Kabupaten Kudus, Semarang, Pati, Grobogan, dan Jepara.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kudus Dewi Mulya Sari menyampaikan apresiasi terhadap panitia Dekan Cup Fakultas Teknik menginisiasi untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para atlet yang mengikuti ajang tersebut.
Perlindungan tersebut, kata dia, diberikan sebagai upaya mengalihkan risiko yang mungkin dialami para peserta selama mengikuti pertandingan melalui program BPJS Ketenagakerjaan, khususnya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
"Perlindungan tersebut penting untuk memastikan para atlet maupun pelaku olahraga mendapatkan jaminan ketika mengalami risiko saat menjalankan aktivitas olahraga. Alhamdulillah, panitia Dekan Cup Fakultas Teknik menginisiasi untuk memberikan perlindungan kepada para atlet yang sedang bertanding di Dekan Cup, melalui program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian," ujarnya.
Menurut Dewi perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi atlet dan pelaku olahraga juga diatur dalam peraturan perundang-undangan, sehingga setiap kegiatan olahraga perlu memperhatikan aspek keselamatan dan perlindungan para pesertanya.
Ia menambahkan setiap kesempatan penyerahan perlindungan secara simbolis menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
Menurut Dewi risiko kecelakaan maupun cedera dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, perlindungan sejak awal menjadi hal penting bagi para peserta kegiatan olahraga.
Apabila peserta mengalami kecelakaan kerja atau cedera selama kegiatan, peserta dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai ketentuan program Jaminan Kecelakaan Kerja. Peserta dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan tanpa harus menanggung biaya pengobatan dan perawatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Perlindungan diberikan sampai peserta dinyatakan sembuh," ujarnya.
Baca juga: BPJAMSOSTEK Kudus-Kejari Rembang kerja sama dorong kepatuhan perusahaan
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.