Tuan Guru Madyan ungkap amalan “gampang” fadhilahnya luar biasa - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarmasin (ANTARA) - Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar'ie dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkapkan amalan "gampang" atau mudah, tapi fadhil...
Banjarmasin (ANTARA) - Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar'ie dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengungkapkan amalan "gampang" atau mudah, tapi fadhilahnya luar biasa.
"Amalan itu sebagaimana Sabda Rasulullah Muhammad SAW riwayat Imam Buchari dan Muslim atau mutafakun alaihi (Hadits Rasulullah yang tidak diragukan kesahihannya)," ujar Tuan Guru Madyan di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut, Rabu malam.
Tuan Guru yang lama menimba ilmu agama di Mekkah - Madinah,. Arab. Saudi itu mengungkapkan amalan gampang, fadhilahnya luar biasa tersebut berawal dari cerita sekelompok orang Muhajirin di Madinah mendatangi Rasullulah SAW.
Abu Hurairah menceritakan, sekelompok orang Muhajirin yang fakir mendatangi Rasulullah semacam mengeluh atau iri hati terhadap orang-orang kaya serta punya status sosial terhormat.
Namun ketika itu,. Rasulullah SAW mengatakan, kalian (kaum Muhajirin fakir) tidak perlu risau atau berkecil hati terhadap mereka yang kaya serta status sosial baik.
"Kalian bisa melebihi mereka, asalkan selesai shalat fardhu membaca Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar masing-masing 33 kali," kutip Tuan Guru asal Amuntai, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel itu.
Hadits lain riwayat Buchari, bahwa seorang Muslim yang membaca Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akar masing-masing 33 kali akan Allah ampuni dosa orang tersebut sebanyak buih di lautan, lanjut mantan Ketua Persatuan Qari & Qari'ah DKI Jakarta tersebut.
"Kan amalannya gampang, sementara fadhilahnya luar biasa," tegas keponakan almarhum KH Idham Chalid - mantan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) II masa Presiden Soekarno itu dan sekitar separuh (seperdua) usia sebagai ajudan tokoh Muslim intelektual nasional asal Banua Kalsel.
Oleh karena itu, Tuan Guru yang masih mundar-mandir Banjarmasin - Jakarta mengurusi Pondok Pesantren (Ponpes) peninggalan almarhum Idham Chalid tersebut menyayangkan kalau sampai terabaikan amalan yang gampang, tapi fadhilahnya luar biasa.
"Sesibuk apa pun, sesudah shalat fardhu sempatkan wirid dengan membaca/mengucap Subhanallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar masing-masing 33 kali," demikian Tuan Guru Madyan Noor Mar'ie.
Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.