Trump memerintahkan investigasi atas kebocoran informasi stok amunisi AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan penyelidikan baru terkait pengungkapan informasi mengenai persediaan amunisi Pentagon, demikian dilaporkan surat kabar ANTARA News ntt 8 ...
Trump memerintahkan investigasi atas kebocoran informasi stok amunisi AS
Jumat, 7 Agustus 2026 14:08 WIB
Presiden AS Donald Trump bersiap menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. ANTARA/Akın Çeliktaş - Anadolu Agency /pri. (ANTARA/Akın Çeliktaş - Anadolu Agency /pri.)
Moskow (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah memerintahkan penyelidikan baru terkait pengungkapan informasi mengenai persediaan amunisi Pentagon, demikian dilaporkan surat kabar The Wall Street Journal pada Kamis (6/8) dengan mengutip sejumlah sumber.
Perintah penyelidikan tersebut dipicu oleh laporan CNN yang menyebut AS telah menggunakan sekitar 80 persen persediaan sistem pertahanan rudal THAAD dan sekitar setengah dari rudal anti-pesawat Patriot, terutama untuk operasi militer terhadap Iran.
Stasiun penyiaran itu kemudian melaporkan bahwa Trump murka atas kebocoran informasi itu kepada media.
Sebelumnya, NBC melaporkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat akan menggelar rapat darurat untuk membahas kekurangan persenjataan setelah ada percakapan telepon bernada marah dari Donald Trump kepada Wakil Menteri Pertahanan AS Steve Feinberg.
Dengan mengutip sejumlah sumber, laporan tersebut menyatakan bahwa rapat akan berlangsung pada Jumat malam waktu setempat dan akan dihadiri sejumlah pejabat tinggi militer serta pejabat yang membidangi pengadaan alutsista.
Sebelumnya, pada 24 Juni, Gedung Putih meminta Kongres AS menyediakan dana tambahan sebesar 87,6 miliar dolar AS, termasuk di antaranya 67,15 miliar dolar AS untuk Pentagon.
Sebagian besar paket pendanaan itu untuk menutupi biaya yang berkaitan dengan agresi militer AS terhadap Iran.
Pada akhir Juli lalu, Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan AS telah menghabiskan lebih dari 1.500 rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot dan 200 rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).
Kondisi tersebut membuat AS menghadapi kekurangan rudal yang signifikan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.