pickleballvnz.com

Trump Klaim Sepakat Impor Solar dari Rusia, Ukraina Meradang

Langkah Trump juga menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan Gedung Putih menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia. Undang-undang yang disahkan dengan dukungan mayoritas besar Kongres AS mengarahkan pemerintah ...

Langkah Trump juga menimbulkan pertanyaan mengenai kemungkinan Gedung Putih menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia.

Undang-undang yang disahkan dengan dukungan mayoritas besar Kongres AS mengarahkan pemerintah untuk menargetkan negara-negara yang membeli minyak dan gas Rusia. Pekan ini, sejumlah anggota parlemen mendesak pemerintahan Trump segera menggunakan instrumen yang tersedia untuk membantu Ukraina.

Pemimpin Minoritas Demokrat di Senat Chuck Schumer, bersama Senator Jeanne Shaheen yang merupakan anggota Demokrat paling senior di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, serta Senator Elizabeth Warren yang merupakan anggota Demokrat paling senior di Komite Perbankan Senat, mengecam pengumuman Trump.

Mereka menyebut keputusan tersebut sebagai pengkhianatan terhadap Ukraina, sekutu-sekutu Eropa, dan keamanan nasional AS.

"Cukup sudah," tulis ketiga senator tersebut.

"Presiden harus mengakhiri perangnya dengan Iran, alih-alih mendanai mesin perang Rusia."

Harga bahan bakar secara global melonjak ketika perang di Iran mengguncang sektor energi. Meski harga kontrak berjangka solar turun setelah pengumuman Trump pada Jumat, harga rata-rata nasional solar di AS masih tinggi, yakni US$ 6,28 per galon.

Menurut American Automobile Association (AAA), harga tersebut turun dari rekor US$ 6,52 per galon yang tercatat pada 22 September.

Trump tidak menyinggung persoalan sanksi maupun perang Rusia di Ukraina dalam pengumumannya. Ia justru menekankan prioritasnya untuk menurunkan harga bahan bakar bagi masyarakat AS.

"Harga yang lebih rendah bagi warga Amerika, terutama petani, peternak, dan pengemudi truk kita yang hebat, adalah prioritas terbesar saya," tulis Trump.

Saat meninggalkan Gedung Putih untuk menghadiri kampanye, Trump kembali menyampaikan rasa terima kasih atas kesepakatan tersebut.

"Saya ingin berterima kasih kepada Presiden Putin. Sejujurnya, minyak dalam jumlah sangat besar sedang masuk ke negara kami, dan itu adalah solar, yang memang kami inginkan. Jadi, terima kasih," kata Trump.

Ia tidak menjawab pertanyaan wartawan yang diteriakkan mengenai kritik Zelenskyy terhadap kesepakatan tersebut.