Trump Ancam Bom Pembangkit Listrik, Iran Diklaim Menlu AS Memohon Perundingan
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengklaim Iran memohon perundingan setelah Presiden Donald Trump mengancam mengebom pembangkit listrik hingga jembatan jika Iran menyerang kapal yang melintasi selat Hormuz.
Bagikan:
JAKARTA - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengklaim Iran memohon perundingan setelah Presiden Donald Trump mengancam mengebom pembangkit listrik hingga jembatan jika Iran menyerang kapal yang melintasi selat Hormuz.
“Iran memohon kepada kita, baik secara langsung maupun tidak langsung, 'mari kita buat kesepakatan, mari kita berunding'. Mari kita berunding,” kata Rubio kepada wartawan di sela-sela KTT ASEAN di Manila dilansir dari CNN, Kamis, 23 Juli.
Rubio mengatakan setiap kali AS dan Iran menyepakati gencatan senjata, pihak yang berkuasa di Teheran justru melanggarnya atau ingin mengubahnya.
"Jadi, mereka akan terus menanggung akibatnya, dan setiap malam, harga yang harus mereka bayar menjadi semakin tinggi," ujarnya.
"Saat ini, tampaknya mereka belum juga sadar, sehingga presiden tidak melihat banyak manfaat dalam menanggapi upaya pendekatan mereka untuk saat ini. Karena terus terang, Iran jelas belum siap untuk membuat kesepakatan—setidaknya, bukan kesepakatan yang bersedia mereka patuhi,” sambung Rubio.
Sementara itu, Menlu Iran Abbas Araghchi, baru-baru ini menggambarkan doktrin pertahanan negaranya sebagai prinsip "mata ganti mata."
"Agresi apa pun terhadap Iran, termasuk terhadap infrastruktur kami, akan memicu respons yang kuat dan tegas," ujar Araghchi melalui platform X pada Rabu malam.
BACA JUGA:
Trump sebelumnya mengatakan Amerika Serikat akan membom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik setiap kali Iran menargetkan kapal yang melintasi Selat Hormuz.
"Mulai saat ini, setiap kali Republik Islam Iran menembaki kapal di Selat Hormuz—baik menggunakan rudal, roket, drone, maupun perangkat atau senjata lainnya—Amerika Serikat akan membom dan menghancurkan SATU JEMBATAN ATAU PEMBANGKIT LISTRIK, termasuk yang terletak di dekat atau di dalam ibu kota Teheran," tulis Trump di Truth Social, Rabu, 22 Juli.
Trump sebelumnya pernah mengancam akan menargetkan infrastruktur sipil Iran—tindakan yang dapat dianggap sebagai kejahatan perang—termasuk dalam wawancara dengan Fox News pekan lalu, saat ia menyatakan AS akan melumpuhkan semua jembatan (Iran) kecuali mereka bersedia duduk di meja perundingan.
Washington meningkatkan serangan terhadap Iran awal bulan ini setelah Teheran menyerang sejumlah kapal komersial di sepanjang Selat Hormuz—jalur perairan vital yang telah menjadi alat tawar-menawar dalam negosiasi alot antara pihak-pihak yang bertikai.
Pentagon menyatakan selama akhir pekan, setidaknya tiga personel militer AS tewas dalam serangan Iran di kawasan tersebut. AS juga menemukan jenazah tak dikenal di Yordania setelah seorang personel militer sebelumnya dinyatakan hilang dalam tugas.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+