Truk ODOL Jadi Sorotan, Kemacetan Pelabuhan Ketapang Diminta Tak Terulang
Berita Nasional Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:40 WI...
Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:40 WIB
Jakarta, VIVA – Kemacetan panjang yang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian. Kondisi tersebut dinilai perlu segera dievaluasi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi dan mengganggu aktivitas masyarakat maupun distribusi barang.
Baca Juga
Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, menilai salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah penerapan aturan terhadap angkutan bermuatan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang hendak masuk ke kawasan pelabuhan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Siswanto, kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang tidak semata-mata menunjukkan ketidaksiapan pelabuhan dalam melayani arus mobilitas. Ia menilai persoalan juga berkaitan dengan kendaraan truk yang membawa muatan melebihi ketentuan dan kapasitas yang tersedia.
Baca Juga
"Secara jumlah dermaga sudah sangat banyak, dan harusnya apabila truk sesuai dengan ketentuan yang datang ke pelabuhan, tidak akan ada kemacetan sedikitpun,” kata Siswanto dalam keterangannya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Penanganan Truk ODOL Dinilai Perlu Diperketat
Baca Juga
Siswanto menyoroti kondisi ketika pelabuhan justru harus menyesuaikan diri untuk melayani truk yang masuk dalam kategori ODOL.
Menurut dia, truk dengan dimensi dan muatan yang tidak sesuai ketentuan seharusnya mendapatkan penanganan yang tegas sejak sebelum memasuki kawasan pelabuhan. Hal ini dinilai penting agar keberadaan kendaraan tersebut tidak menimbulkan persoalan baru di area penyeberangan.
“Truk ODOL tidak dilarang melintas di jalan dan bahkan dibiarkan masuk ke pelabuhan hingga terpaksa harus dimuat ke kapal. Ini kan sangat aneh,” ujarnya.
Ia menilai persoalan tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari pengelolaan arus kendaraan menuju pelabuhan secara keseluruhan. Pengaturan kendaraan sebelum memasuki kawasan pelabuhan menjadi salah satu aspek yang dinilai penting untuk mencegah penumpukan.
Ada Dugaan Pemblokiran di Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk
Di tengah kemacetan yang terjadi, Siswanto juga mengaku memperoleh informasi dari berbagai sumber mengenai dugaan adanya oknum sopir truk yang melakukan pemblokiran di kawasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, informasi tersebut disampaikan sebagai dugaan yang masih perlu ditindaklanjuti dan dipastikan kebenarannya.
“Kalau info itu benar, ini kan sangat ironi. Ini tentu sangat membahayakan pelayaran dan keselamatan penumpang yang tidak dapat sandar di pelabuhan, mengganggu kelancaran distribusi barang dan menghambat perekonomian,” kata Siswanto.
Halaman Selanjutnya
Menurut dia, apabila pemblokiran benar terjadi di area pelabuhan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna jasa angkutan barang. Kondisi tersebut juga dapat berpengaruh terhadap penumpang yang menggunakan layanan penyeberangan.