pickleballvnz.com

Tradisi Maulid Nabi mendongkrak harga daging ayam di NTB

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan tradisi perayaan Maulid Nabi selama Rabiul Awal di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih memicu kenaikan harga daging ayam ras ANTARA News mataram 3 ...

Mataram (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan tradisi perayaan Maulid Nabi selama Rabiul Awal di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih memicu kenaikan harga daging ayam ras dan menjadi penyumbang terbesar inflasi bulanan pada September 2026.

Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan laju inflasi bulanan berada pada angka 0,36 persen atau melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang sempat menyentuh 0,57 persen.

"Bulan September sampai dengan pekan kedua masih dalam kondisi merayakan Maulid Nabi. Di Lombok, Maulid Nabi berlangsung selama satu bulan, sehingga hal ini salah satu yang mempengaruhi (inflasi)," ujar dia dalam paparan statistik di Mataram, Kamis.

Berdasarkan catatan BPS NTB, daging ayam ras memberikan andil inflasi bulanan sebesar 0,12 persen pada September 2026. Angka tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan komoditas lainnya.

Laporan Dinas Perdagangan NTB menyebut harga eceran tertinggi daging ayam ras sebesar Rp40 ribu per kilogram. Adapun harga rata-rata saat ini mencapai Rp45 ribu per kilogram.

Selain daging ayam ras, komoditas lain yang turut memberikan andil terhadap inflasi adalah tarif PDAM sebesar 0,08 persen, tomat 0,08 persen, udang basah 0,07 persen, dan cabai rawit 0,04 persen.

Wahyudin mengatakan kenaikan harga tomat dan udang basah dipengaruhi penurunan produksi. Kondisi itu membuat pasokan berkurang ketika permintaan masih ada, sehingga harga mengalami kenaikan.

Adapun kenaikan tarif air minum PDAM di Kabupaten Sumbawa setelah beberapa tahun tidak mengalami kenaikan juga memicu inflasi.

Lebih lanjut dia menyampaikan laju inflasi bulanan tidak terlalu tinggi lantaran ada sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga.

Bawang merah menjadi komoditas dengan andil deflasi terbesar di NTB, yakni 0,03 persen. Harga bawang merah yang menurun tersebut dipengaruhi peningkatan produksi yang terjadi di Pulau Sumbawa.

Wahyudin mengimbau Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar terus melakukan berbagai langkah pengendalian harga komoditas barang dan jasa untuk menekan laju inflasi di Nusa Tenggara Barat.

Pada September 2026, NTB mencatatkan inflasi bulanan mencapai 0,36 persen, inflasi tahun kalender 2,72 persen, dan inflasi tahunan 4,18 persen dengan indeks harga konsumen sebesar 113,26 poin.

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026