TP-PKK Kalbar dorong keluarga di Bengkayang perkuat ketahanan pangan - ANTARA News Kalimantan Barat
Bengkayang (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Barat mendorong keluarga di Kabupaten Bengkayang memperkuat ketahanan pangan dari rumah, antara lain dengan ...
Bengkayang (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Barat mendorong keluarga di Kabupaten Bengkayang memperkuat ketahanan pangan dari rumah, antara lain dengan memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayur-mayur dan cabai serta membiasakan konsumsi pangan bergizi dan beragam.
Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalbar Donata Krisantus mengatakan ketahanan pangan keluarga tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga kemampuan rumah tangga memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan di tengah perubahan harga bahan pokok.
“Mari manfaatkan pekarangan untuk menanam sayur-mayur termasuk cabai agar ketahanan pangan keluarga lebih kuat, dan pilih pangan bergizi yang beragam, karena pangan adalah bagian dari 10 Program Pokok PKK dan kunci pencegahan stunting,” ujar Donata Krisantus saat menggelar operasi pasar murah di area Pasar Bengkayang, depan Gedung Pancasila, Sabtu.
Menurut Donata, keluarga memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan melalui pengelolaan belanja yang bijak, pemanfaatan sumber pangan lokal, serta pemenuhan kebutuhan gizi anggota keluarga.
Ia mengajak masyarakat membeli kebutuhan pokok sesuai keperluan dan menghindari perilaku belanja berlebihan atau menimbun bahan pangan. Pola belanja yang bijak dinilai penting untuk menjaga pengeluaran rumah tangga sekaligus menghindari kepanikan yang dapat memicu tekanan permintaan di pasar.
“Peran PKK sangat menentukan. Ibu-ibu adalah pengelola ekonomi rumah tangga. Kami mengajak untuk berbelanja bijak sesuai kebutuhan, tidak berlebihan dan tidak menimbun, karena pembelian yang panik justru dapat mendorong kenaikan harga,” katanya.
Sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan, TP PKK Provinsi Kalbar bersama Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Provinsi Kalbar serta Perusahaan Daerah Aneka Usaha menggelar operasi pasar murah.
Dalam kegiatan tersebut, paket sembako yang normalnya dijual seharga Rp125.000 dapat diperoleh masyarakat dengan harga Rp90.000. Selisih harga Rp35.000 per paket diharapkan membantu meringankan pengeluaran keluarga untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Donata mengatakan kenaikan harga pangan dapat mengurangi daya beli masyarakat sehingga pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dan berbagai pihak terkait.
“Pengendalian inflasi di daerah adalah tanggung jawab kita bersama melalui upaya menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan stabilitas harga,” ujarnya.
Ia menambahkan penguatan ketahanan pangan dari rumah perlu dibarengi dengan kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi dan beragam, termasuk memanfaatkan potensi pangan lokal yang mudah dijangkau masyarakat.
Menurut dia, langkah sederhana seperti menanam sayuran di pekarangan dan mengatur belanja pangan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan makanan bagi keluarga sekaligus mendukung kesehatan anak dan pencegahan stunting.
Donata berharap gerakan ketahanan pangan keluarga terus diperkuat melalui peran kader PKK dan partisipasi masyarakat, sehingga keluarga semakin mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, sehat dan berkelanjutan.
Pewarta: Narwati
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.