pickleballvnz.com

Tips Jaga Metabolisme & Liver, Nyaman Nobar Final Piala Dunia 2026

Mayapada Hospital | CNN Indonesia Minggu, 19 Jul 2026 21:34 WIB Ilustrasi. (Foto: istockphoto/svetikd) ...

Mayapada Hospital | CNN Indonesia

Minggu, 19 Jul 2026 21:34 WIB

Diverse group of men watching soccer match at home and cheering for Germany team.
Ilustrasi. (Foto: istockphoto/svetikd)

Jakarta, CNN Indonesia --

Euforia Piala Dunia selalu disambut meriah oleh jutaan penggemar sepak bola. Nonton bareng (nobar) jadi kegiatan wajib, ditemani camilan hingga minuman manis. Hati-hati, kebiasaan ini bisa mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan penumpukan lemak di hati (fatty liver).

Dokter Lukas Mulyono Samuel, Sp.PD-KGEH dari Mayapada Hospital Bandung menjelaskan bahwa Konsumsi tinggi gula dan kalori di malam hari memaksa metabolisme bekerja lebih berat, dan mengganggu pengaturan energi dan lemak. Dalam jangka panjang, terdapat potensi meningkatkan risiko kenaikan berat badan, resistensi insulin, hingga fatty liver.

Selain itu, begadang selama rangkaian Piala Dunia 2026 juga dapat mengganggu keseimbangan metabolik tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kurang tidur mengganggu hormon leptin (rasa kenyang) dan ghrelin (rasa lapar) sehingga memicu makan berlebih. Kondisi ini juga meningkatkan hormon kortisol (stres) yang mempermudah penimbunan lemak, sehingga menaikkan risiko obesitas, diabetes, hingga gangguan fungsi hati," kata dr. Lukas.

Keseruan Piala Dunia tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan. Dokter Lukas menyarankan sejumlah langkah sederhana menjaga kesehatan metabolik, yang bisa diterapkan selama nonton final Piala Dunia 2026.

Pertama, pilih camilan yang lebih sehat dan rendah kalori. Yang bisa jadi opsi antara lain buah potong, kacang rebus atau panggang tanpa garam dan gula, jagung rebus, popcorn polos, atau pengganti gorengan seperti tahu rebus dan edamame.

"Untuk mengurangi kelelahan mata, bisa juga diselingi buah kaya vitamin A seperti pepaya atau jeruk," ujar dr. Lukas.

Kedua, perbanyak air putih batasi konsumsi minuman manis seperti kopi sachet, soda, dan alkohol. Dokter Lukas mengingatkan untuk menghindari ketergantungan berlebih pada kafein tinggi dari kopi, energy drink, atau minuman bersoda demi menahan kantuk.

"Hal itu justru bisa merusak ritme tidur alami tubuh," katanya.

Ketiga, tetap jaga pola tidur dengan tidak terlalu sering begadang dan memilih laga penting saja. Jika memungkinkan, Dokter Lukas menyarankan untuk mengimbangi dengan tidur lebih awal di hari berikutnya, sehingga tubuh memiliki waktu pemulihan yang cukup.

"Manfaatkan power nap 20-30 menit sebelum pertandingan untuk memulihkan energi," tutur dr. Lukas.

Saran terakhir dari dr. Lukas, hindari bekerja terlalu berat setelah begadang, karena dapat menurunkan fokus dan memori.

"Sehari setelah menonton pertandingan larut malam, susun prioritas pekerjaan agar tidak memicu stres atau burn out," ujarnya.

Dalam upaya mendukung masyarakat menjaga kesehatan metabolik jelang laga final Piala Dunia 2026 dengan mengatur pola makan, pola tidur, dan pengelolaan berat badan, Mayapada Hospital menyediakan Gastrohepatology Center sebagai layanan komprehensif untuk deteksi dini dan penanganan gangguan saluran pencernaan.

Layanan ini tersedia di berbagai unit Mayapada Hospital, mulai dari Jakarta Selatan (Lebak Bulus dan Kuningan Rasuna Said), Tangerang, Bogor, Surabaya, hingga Bandung, dan di Jakarta Timur.

Bagi masyarakat Bandung, layanan serupa juga hadir di Mayapada Hospital Bandung yaitu Liver, Metabolic & Wellness Center (LMWC) yang berfokus pada kesehatan liver, gangguan metabolik, dan pengelolaan berat badan, termasuk deteksi dini risiko seperti obesitas, diabetes, dislipidemia, dan sindrom metabolik.

Layanan ini didukung tim dokter multidisiplin dan fasilitas modern seperti, elastografi untuk memeriksa kesehatan hati secara non-invasif, serta Total Body Matrix Assessment (TBMA) untuk evaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik.

Informasi kesehatan dari dokter Mayapada Hospital tersedia di aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips, dilengkapi fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

Info lebih lanjut bisa diperoleh lewat Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, dan aplikasi MyCare. Sementara untuk situasi kegawatdaruratan, dapat menghubungi layanan emergency Mayapada Hospital 150990 atau emergency call button di MyCare.

(rea/rir)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]