Tingginya Antusiasme Merdeka Run 2026 Jangan Diartikan sebagai Dukungan Politik ke Pemerintah
AKURAT.CO Pemerintah menggelar ajang lari Merdeka Run 2026 dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-81 RI, yang diikuti lebih dari 12.000 peserta. Ramainya masyarakat yang memenuhi undangan untuk mengikuti k...
AKURAT.CO Pemerintah menggelar ajang lari Merdeka Run 2026 dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan ke-81 RI, yang diikuti lebih dari 12.000 peserta. Ramainya masyarakat yang memenuhi undangan untuk mengikuti kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih cukup didengar.
"Ternyata masih banyak masyarakat yang nurut. Diundang lari, datang, ini keren dan bagus buat pemerintah," kata Pengamat politik Hendri Satrio alias Hensa, di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Tingginya partisipasi masyarakat dalam Merdeka Run tetap menjadi catatan positif bagi pemerintah. Setidaknya, pemerintah mampu membuat kegiatan perayaan kemerdekaan yang menarik masyarakat untuk datang dan terlibat langsung.
Baca Juga: Dari Profesional hingga Family Walk, 10 Ribu Pelari Meriahkan Merdeka Run 2026
"Paling tidak, pemerintah mampu membuat perayaan kemerdekaan ini tidak hanya sekedar pidato, tapi masyarakat juga terlibat langsung," ucapnya.
Namun dia mengingatkan agar ramainya sebuah kegiatan tidak lantas dibaca terlalu jauh sebagai bentuk dukungan politik terhadap pemerintah.
"Pelarinya banyak yang nurut pemerintah. Tapi ya nurutnya karena diajak lari. Jangan nanti karena yang datang 12 ribu, dianggap semuanya sedang menyatakan dukungan politik," ujarnya.
Dia menilai, kemampuan pemerintah menghadirkan kegiatan yang membuat masyarakat mau berpartisipasi merupakan bagian dari komunikasi publik yang baik. Pendekatan semacam itu justru lebih mudah diterima publik ketimbang komunikasi pemerintah yang terlalu dipenuhi slogan atau pujian terhadap capaian sendiri.
"Kalau pemerintah bikin kegiatan lalu masyarakat mau datang, ya bagus. Berarti ajakannya sampai. Tidak perlu juga setelah itu kita ramai-ramai jadi pemuja utama pemerintah," kata Hensa.
Antusiasme dalam Merdeka Run dapat menjadi contoh bahwa komunikasi pemerintah tidak selalu harus berlangsung melalui pidato maupun penyampaian kebijakan secara formal.
Baca Juga: Penyandang Disabilitas Serukan Solidaritas dan Optimisme Lewat Merdeka Run 2026
"Kadang pemerintah cukup bikin acara yang menarik, masyarakat datang, semua senang. Itu juga komunikasi. Yang penting setelah larinya selesai, pemerintah jangan ikut lari dari persoalan masyarakat," pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa Merdeka Run 2026 menjadi bagian dari semangat masyarakat dalam merayakan bulan kemerdekaan melalui olahraga. Lebih dari 12 ribu pelari turut ambil bagian dalam ajang yang digelar di Jakarta pada Sabtu (29/8/2026).
"Masih di bulan Agustus, bulan kemerdekaan. Bersama lebih dari 12.000 pelari, kembali kita rayakan kemerdekaan Indonesia," ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.