Tim Lombok Tengah melakukan literasi dan deteksi dini provokasi keagamaan
Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), melaksanakan koordinasi lintas ANTARA News mataram 38 ...
Lombok Tengah (ANTARA) - Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), melaksanakan koordinasi lintas instansi untuk mendorong peningkatan literasi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi isu keagamaan yang belum terverifikasi.
"Maraknya penyebaran informasi dan isu-isu keagamaan melalui media sosial menjadi perhatian kami untuk melakukan deteksi dini," kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah Alfa Dera selaku Tim Pakem di Lombok Tengah, Selasa.
Ia mengatakan perkembangan media sosial membawa tantangan baru dalam menjaga kerukunan masyarakat. Informasi yang beredar dengan cepat, apabila tidak disikapi secara bijak, berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga memicu konflik sosial.
"Pendekatan yang kita lakukan harus tetap objektif, terukur, humanis, dan sesuai koridor hukum," katanya.
Karena itu koordinasi antara aparat penegak hukum, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, menurut dia, menjadi sangat penting sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan dini.
"Kondisi tersebut dinilai memerlukan penguatan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi," katanya.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Tengah Lalu Syahdi meminta seluruh penyuluh agama terus meningkatkan komunikasi dengan masyarakat serta aktif memantau perkembangan di wilayah masing-masing.
Sebagai tindak lanjut Tim pakem Kabupaten Lombok Tengah akan memperkuat koordinasi dengan para penyuluh agama, meningkatkan pemantauan terhadap informasi yang berkembang di masyarakat, serta menggelar forum bersama tokoh lintas agama untuk memperkuat pemahaman dan menyamakan persepsi dalam menjaga kerukunan umat beragama.
"Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, diharapkan masyarakat semakin bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta terus menjaga toleransi, persatuan, dan kondusivitas di Kabupaten Lombok Tengah," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026