pickleballvnz.com

Tim basket Indonesia dievakuasi akibat banjir di Nagoya jelang Asian Games - ANTARA News Bali

Jakarta (ANTARA) - Hujan deras dan banjir yang melanda Nagoya, Jepang, menjadi tantangan tambahan bagi tim basket putra Indonesia menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menempuh perubahan rute akibat ...

Jakarta (ANTARA) - Hujan deras dan banjir yang melanda Nagoya, Jepang, menjadi tantangan tambahan bagi tim basket putra Indonesia menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah menempuh perubahan rute akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sekretaris Jenderal Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Nirmala Dewi mengatakan para pemain yang baru tiba di Nagoya bahkan sempat diminta keluar dari tempat mereka beristirahat setelah menerima peringatan darurat.

"Mereka sudah sampai, meskipun sampai sana mereka menerima peringatan darurat harus keluar, jadi baru istirahat sebentar harus keluar lagi karena ada sirene," kata Nirmala kepada ANTARA, Selasa (8/9).

Situasi tersebut juga terlihat dalam unggahan akun resmi Tim Indonesia di media sosial yang membagikan video rekaman dari atlet basket putra Derrick Michael mengenai suasana evakuasi para atlet di Nagoya.

Dalam unggahan media sosial miliknya, Derrick mengatakan peringatan bencana muncul hanya berselang dua jam setelah tim tiba di Nagoya usai menempuh 40 jam perjalanan dari Jakarta akibat perubahan rute dikarenakan erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Sebetulnya kita juga tidak menyangka ada kejadian seperti ini. Karena kita lebih mempersiapkan berangkat bersama-sama dari Soekarno-Hatta. Jadi untuk anak-anak juga menjadi ekstra persiapan karena harus berangkat dulu ke Surabaya," ujar Nirmala.

Dari Surabaya, rombongan kemudian melanjutkan penerbangan menuju Singapura sebelum bertolak ke Jepang. Setibanya di Nagoya, para atlet harus kembali menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca setempat.

Meski menghadapi sejumlah kendala dalam perjalanan dan kondisi cuaca, Nirmala berharap hal tersebut tidak terlalu mengganggu persiapan tim yang memang diberangkatkan lebih awal ke Jepang.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.