pickleballvnz.com

Tiga penambang tewas tertimbun longsor di bantaran Sungai Batang Gadis - ANTARA News Sumatera Utara

Madina (ANTARA) - Tiga warga meninggal dunia setelah tertimbun material longsor saat melakukan aktivitas penambangan menggunakan mesin dompeng di bantaran Sungai Batang Gadis, Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabung...

Madina (ANTARA) - Tiga warga meninggal dunia setelah tertimbun material longsor saat melakukan aktivitas penambangan menggunakan mesin dompeng di bantaran Sungai Batang Gadis, Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Kepala Seksi Humas Polres Madina Bripka Roy Manurung, Jumat (18/9), mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (17/9) sekitar pukul 16.00 WIB.

"Ketiga korban tertimbun material tebing yang runtuh saat melakukan aktivitas penambangan," katanya.

Ketiga korban yakni Idir (56), Rahmad (46), dan Samsul (47). Idir dan Rahmad merupakan warga Desa Sipapaga, sedangkan Samsul merupakan warga Desa Aekbanir.

Roy menjelaskan, sebelum kejadian, seorang warga bernama Nasran sekitar pukul 09.00 WIB melihat ketiga korban melakukan aktivitas penambangan di aliran Sungai Batang Gadis, tepatnya di kawasan Lubuk Subong.

Sekitar pukul 15.45 WIB, Nasran kembali mendatangi lokasi dan melihat ketiga korban masih melakukan aktivitas penambangan.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 16.00 WIB, Nasran mendengar suara gemuruh dari lokasi penambangan. Setelah melihat ke lokasi, dia mendapati tebing sungai runtuh dan materialnya menimbun para korban.

Nasran kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga untuk membantu proses pencarian dan evakuasi.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, korban pertama, Samsul, ditemukan sekitar pukul 18.05 WIB. Pencarian kemudian dilanjutkan dan Idir ditemukan sekitar pukul 19.10 WIB.

"Korban terakhir atas nama Rahmad ditemukan sekitar pukul 20.05 WIB dan selanjutnya dibawa ke rumah duka," kata Kepala BPBD Madina Mukhsin Nasution dalam laporannya.

Mukhsin menyebutkan, ketiga korban tertimbun longsor saat melakukan aktivitas penambangan menggunakan mesin Robin atau dompeng di bantaran Sungai Batang Gadis.

Dalam kejadian tersebut, BPBD Madina bersama unsur TNI-Polri, Basarnas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat setempat terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

Polres Madina menyampaikan bahwa pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan tidak menginginkan dilakukan autopsi dan tidak melanjutkan proses hukum terkait kejadian tersebut.

Polres Madina juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin karena selain melanggar ketentuan hukum, kegiatan tersebut memiliki risiko keselamatan, khususnya di kawasan bantaran sungai dan tebing yang rawan longsor.

"Satgas PETI Polres Mandailing Natal terus melakukan upaya penertiban terhadap aktivitas pertambangan emas tanpa izin sekaligus mencegah dampak yang membahayakan keselamatan masyarakat dan kerusakan lingkungan," kata Roy.

Sementara itu, Kepala BPBD Madina mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan untuk mencegah terjadinya bencana.

"Kita jaga alam, alam jaga kita," kata Mukhsin.

Pewarta: Holik
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.