Tifo Kontroversial Fans PSG Bikin Barcelona Murka
PerbesarPemain PSG, Fabian Ruiz, kedua dari kanan, merayakan gol keempat timnya dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan FC Barcelona di Paris, Rabu (21-10-2026) dini hari W...
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378482/original/035643400_1792540527-RUIZ.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Barcelona bersiap mengajukan keluhan resmi kepada UEFA terkait spanduk provokatif suporter Paris Saint-Germain (PSG) sebelum duel Liga Champions di Parc des Princes, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB. Insiden tersebut terjadi sebelum PSG menang 4-2 atas Blaugrana pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027.
Menurut laporan AS, Barcelona berencana menyampaikan keberatan kepada delegasi pertandingan UEFA. Klub Catalunya itu mempersoalkan tifo yang menampilkan visual penghancuran lambang mereka.
Spanduk tersebut memuat slogan berbahasa Prancis, "Massacre à la parisienne", yang berarti "Pembantaian ala Paris". Visualnya menggambarkan sosok bertopeng dengan gergaji mesin yang tampak mencabik-cabik lambang Barcelona.
Selain tifo kontroversial, sebagian suporter PSG juga dilaporkan meneriakkan hinaan dan menyalakan suar selama pertandingan. Barcelona ingin insiden tersebut mendapat perhatian UEFA, meski laporan itu belum tentu berujung pada sanksi.
Wida Aryani membagikan pengalaman istimewanya saat menjadi interpreter untuk sejumlah legenda Barcelona. Ia pernah mendampingi Javier Saviola dan Juan Pablo Sorin dalam sesi wawancara bersama media, serta berkesempatan bertemu dengan nama-nama besar ...
Tifo Provokatif Suporter PSG Jadi Pemicu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378446/original/010397900_1792531451-000_D3WE7XV.jpg)
Perbesar
Tifo tersebut dibentangkan di salah satu tribune Parc des Princes menjelang sepak mula pertandingan. Gambar sosok bertopeng yang merusak lambang Barcelona menjadi sorotan karena secara spesifik menargetkan identitas klub tamu.
Slogan "Massacre à la parisienne" memperkuat kesan provokatif dari spanduk tersebut. Aksi itu mendorong Barcelona mempertimbangkan langkah resmi melalui delegasi pertandingan UEFA.
Menurut laporan AS, Barcelona tidak ingin insiden tersebut hanya dianggap sebagai bagian dari rivalitas antarklub. Mereka berupaya agar otoritas sepak bola Eropa meninjau kejadian di stadion.
Namun, pengajuan keluhan tidak otomatis membuat PSG mendapat hukuman. UEFA perlu menilai laporan dan fakta yang tersedia sebelum memutuskan tindak lanjut.
Nyanyian Hinaan dan Suar Ikut Disorot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378448/original/098300100_1792531624-000_D3WF3PC.jpg)
Perbesar
Kontroversi di Parc des Princes tidak berhenti pada tifo sebelum pertandingan. Menurut laporan yang sama, sebagian suporter PSG berulang kali meneriakkan "Puta Barça" sebagai hinaan kepada Barcelona.
Suar juga dilaporkan dinyalakan setelah PSG mencetak gol pertama. Kedua insiden tersebut menambah perhatian terhadap perilaku sebagian suporter tuan rumah sepanjang pertandingan.
Barcelona berencana membawa persoalan itu kepada delegasi pertandingan UEFA untuk ditinjau lebih lanjut. Rangkaian kejadian yang dilaporkan mencakup tifo provokatif, nyanyian hinaan, dan penggunaan suar.
Tindak lanjut atas laporan tersebut akan bergantung pada penilaian UEFA. Sementara itu, Barcelona juga harus mengevaluasi kekalahan 2-4 dari PSG yang menjadi hasil mengecewakan bagi tim asuhan Hansi Flick di Liga Champions.
Sumber: Barca Universal
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
PSM Makassar Berharap Dukungan Suporter Lawan Persebaya Surabaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
Sekolah Anak Pesisir di NTB Padukan Edukasi Lingkungan dan Ekonomi Lokal1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
Petani dan Nelayan Bakal Ikut Menikmati Pembiayaan Karbon2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
Biometana dari Limbah Sawit, Solusi Energi Rendah Karbon untuk Industri2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
Hutan di Gunungkidul Jadi Sumber Pangan dan Penggerak Ekonomi Desa2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
Green Economy Buka Peluang Karier Baru, Ini 5 Skill yang Perlu Disiapkan Gen Z2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
Energi dari Olahan Sampah Didorong Jadi Alternatif Batu Bara dan Gas2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
Lihat Selengkapnya