pickleballvnz.com

Tidur Tidak Lagi Senyenyak Dulu Setelah 50 Tahun, Apa yang Terjadi?

 Lifestyle Kamis, 20 Agustus 2026 - 01:00 WIB VIVA –Penuaan sering dikaitk...

Kamis, 20 Agustus 2026 - 01:00 WIB

VIVA –Penuaan sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah kualitas tidur yang buruk. Kurang tidur atau tidur yang tidak nyenyak dapat memperburuk berbagai masalah kesehatan dan pada akhirnya menurunkan kualitas hidup seiring bertambahnya usia.

Baca Juga

Lantas bagaimana penuaan memengaruhi kualitas tidur seseorang? Melansir laman sleep foundation, Kamis 20 Agustus 2026, seiring bertambahnya usia perubahan pada kualitas dan durasi tidur merupakan hal yang cukup umum. Banyak perubahan tersebut terjadi karena adanya perubahan pada jam biologis tubuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jam biologis ini berada di bagian otak yang disebut hipotalamus. Di dalamnya terdapat sekitar 20.000 sel yang membentuk suprachiasmatic nucleus (SCN).SCN berperan mengatur siklus tubuh selama 24 jam yang dikenal sebagai ritme sirkadian.  Ritme ini memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk kapan seseorang merasa lapar, kapan tubuh melepaskan hormon tertentu, serta kapan seseorang merasa mengantuk atau justru terjaga.

Baca Juga

Ketika usia bertambah, pola tidur dapat berubah akibat perubahan fungsi SCN. Penurunan fungsi bagian otak tersebut dapat mengganggu ritme sirkadian dan secara langsung memengaruhi kapan seseorang merasa lelah atau berenergi. SCN menerima informasi dari mata, dan cahaya merupakan salah satu sinyal terpenting yang membantu menjaga ritme sirkadian tetap teratur.

Sayangnya, penelitian menunjukkan bahwa banyak orang lanjut usia kurang mendapatkan paparan cahaya alami. Rata-rata, mereka hanya mendapatkan sekitar satu jam paparan cahaya matahari setiap hari. Paparan cahaya alami bahkan bisa lebih terbatas pada orang yang tinggal di panti jompo maupun mereka yang mengalami penyakit Alzheimer.

Baca Juga

Perubahan produksi hormon seperti melatonin dan kortisol juga dapat berperan dalam gangguan tidur pada orang lanjut usia. Seiring bertambahnya usia, tubuh menghasilkan lebih sedikit melatonin. Hormon ini biasanya diproduksi ketika suasana mulai gelap dan membantu tubuh mempersiapkan diri untuk tidur sekaligus menjaga ritme sirkadian.

Selain itu ada beberapa faktor lainnya yang juga memengaruhi seseorang untuk bisa tidur dengan nyenyak seiring bertambahnya usia. Berikut ini ulasannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

1. Kondisi Kesehatan dan Kualitas Tidur

Kondisi kesehatan fisik maupun mental juga dapat mengganggu tidur. Beberapa masalah kesehatan yang sering memengaruhi tidur pada orang lanjut usia antara lain depresi, kecemasan, penyakit jantung, diabetes, serta kondisi yang menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri, seperti radang sendi.

Halaman Selanjutnya

Hubungan antara kesehatan fisik dan tidur menjadi semakin rumit karena banyak orang lanjut usia mengalami lebih dari satu masalah kesehatan sekaligus. Mereka yang memiliki beberapa kondisi kesehatan cenderung lebih sering tidur kurang dari enam jam, mengalami kualitas tidur yang buruk, dan menunjukkan gejala gangguan tidur.