Terungkap! Alasan Ruben Onsu Gak Nafkahi Sarwendah Lagi
Lifestyle Showbiz Minggu, 26 Juli 2026 - 10:42 W...
Minggu, 26 Juli 2026 - 10:42 WIB
VIVA – Presenter Ruben Onsu akhirnya memberikan penjelasan terkait tudingan dirinya sudah tidak lagi memberikan nafkah kepada ketiga anaknya sejak awal 2026. Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, Ruben Onsu menegaskan bahwa penghentian pembayaran bukan dipicu oleh persoalan ekonomi, melainkan karena tidak adanya keterbukaan mengenai rincian kebutuhan anak dari pihak mantan istrinya, Sarwendah.
Baca Juga
Pernyataan tersebut disampaikan Minola Sebayang sebagai respons atas anggapan yang berkembang bahwa Ruben sengaja menghentikan kewajibannya sebagai ayah. Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini justru berawal dari tidak berjalannya mekanisme yang telah disepakati kedua belah pihak dalam dokumen hukum perceraian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Minola menjelaskan, dalam Akta Nomor 39 telah diatur bahwa setiap kebutuhan anak yang harus ditanggung Ruben terlebih dahulu dibahas bersama dan disertai rincian biaya. Namun, menurut pihak Ruben, mekanisme tersebut tidak pernah dijalankan sehingga kliennya tidak mengetahui nominal yang harus dibayarkan.
Baca Juga
"Karena tidak pernah menagih, tidak pernah memberikan perincian dan tidak pernah ada diskusi, klien kami wajar kan kalau dia tidak mentransfer apa-apa karena dia tidak tahu mau transfernya berapa? Inilah yang dikatakan sudah tidak dinafkahi lagi," kata Minola Sebayang saat ditemui di Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Lebih lanjut, Minola mengungkapkan bahwa putusan pengadilan tidak menetapkan besaran nafkah anak secara tetap setiap bulan. Oleh sebab itu, setiap pengeluaran seharusnya dikomunikasikan lebih dulu agar kedua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai kebutuhan yang harus dipenuhi.
Baca Juga
Ia mencontohkan, Ruben pernah memenuhi permintaan pembayaran sebesar Rp75 juta pada Desember 2025. Namun, pembayaran tersebut justru memunculkan persoalan baru karena dianggap belum mencukupi oleh pihak Sarwendah. Menurut Minola, keberatan itu muncul tanpa disertai rincian penggunaan dana yang dapat dipertanggungjawabkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pihak Ruben Onsu menilai situasi tersebut membuat komunikasi mengenai nafkah anak menjadi tidak berjalan dengan baik. Saat Ruben mencoba meminta penjelasan terkait kebutuhan sekolah maupun biaya hidup anak, respons yang diterima disebut tidak sesuai harapan.
"Di mana-mana dalam putusan perceraian dia fix, Rp 20 juta kah sebulan, Rp 50 juta kah sebulan. Kita nggak diatur dengan fix, maka diatur disampaikan dan didiskusikan. Diskusinya nggak pernah ada. Kalau didiskusikan, Ruben bertanya itu untuk apa saja, apakah itu perlu? Yang ada marah," ungkap Minola Sebayang.
Halaman Selanjutnya
Minola juga mengungkapkan bahwa kliennya beberapa kali diminta membayar setengah dari total tagihan bulanan yang disebut sebagai kebutuhan ketiga anak mereka. Meski demikian, Ruben merasa keberatan karena tidak pernah memperoleh akses terhadap rincian pengeluaran tersebut.