pickleballvnz.com

Terungkap! Aksi Keji Ayah Aniaya Bayi di Cakung Gegara Api Cemburu

 Berita Metro Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:43 WIB ...

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Jakarta, VIVA – Aparat kepolisian mengungkap motif sementara RPP, ayah kandung yang menganiaya bayi perempuan berusia 11 bulan bernama Rar hingga meninggal dunia di Kampung Lio, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur. 

Baca Juga

Pelaku disebut cemburu karena istrinya berkomunikasi melalui chat dengan orang lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Timur AKP Made Budi mengatakan, kecemburuan tersebut kemudian dilampiaskan pelaku kepada anak tirinya.

Baca Juga

“untuk motif dari hasil pemeriksaan sementara karena pelaku cemburu karena istrinya chat-chatan dengan orang lain dan dilampiaskan ke anak korban,” kata Made saat dihubungi, Minggu (4/10/2026).

Dalam penganiayaan itu, RPP mengaku membenturkan bagian belakang kepala korban ke dinding sebanyak tiga kali. Pelaku juga memukul punggung korban dengan tangan kanan yang mengepal.

Baca Juga

“Untuk penganiayaannya dari keterangan si pelaku sementara hanya di hari kejadiannya bu, kepala bagian belakang si anak korban di benturkan ke dinding sebanyak 3x dan juga bagian punggung anak korban di pukul menggunakan tangan kanan dengan tangan mengepal,” ujarnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (2/10) dini hari. Saat itu, ibu korban sedang bekerja sehingga di kontrakan hanya terdapat pelaku dan korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rea kemudian ditemukan dalam kondisi mengalami luka lebam di bagian wajah dan tubuh. Keluarga yang menemukan luka tersebut melaporkan kejadian itu kepada RT sebelum warga mengamankan pelaku dan menyerahkannya kepada polisi.

Jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Sementara pelaku dan barang bukti diamankan Unit PPA/PPO Polres Metro Jakarta Timur untuk proses hukum.

Direktur RSI Ibnu Sina Simpang Empat Meri Herliza

RSI Ibnu Sina Bantah Potong Usus Bayi 8 Bulan dalam Dugaan Malapraktik

RSI Ibnu Sina membantah melakukan pemotongan usus bayi berusia 8 bulan yang meninggal dunia dan kasus penanganannya dilaporkan keluarga ke polisi atas dugaan malapraktik.

VIVA.co.id

30 September 2026