Ternyata Selama Ini Aron Ashab di Pesantren, tapi Sebut Seperti di Penjara karena Dikurung dan Disiksa
Lifestyle Showbiz Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10...
Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:10 WIB
Jakarta, VIVA – Aron Ashab kembali mengungkap cerita di balik dirinya yang menghilang dari media sosial selama hampir setahun. Kali ini, ia membeberkan dugaan perlakuan yang dialaminya selama berada di sebuah tempat yang disebut sebagai pesantren, tetapi menurut pengakuannya justru terasa seperti penjara. Namun, Aron tidak menyebut secara spesifik apa dan di mana pesantren tersebut berada.
Baca Juga
Melalui unggahan Instagram, Aron menyampaikan sejumlah tuduhan terkait dugaan kekerasan fisik, pembatasan kebebasan, hingga perlakuan yang dinilainya melanggar hak asasi manusia (HAM). Ia juga membagikan sejumlah foto yang diklaim berkaitan dengan pengalamannya selama berada di tempat tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aron Ashab Sebut Dirinya Seperti di Penjara
Baca Juga
Dalam unggahannya, Aron mempertanyakan alasan pihak yang dituding terlibat menggunakan istilah pesantren untuk menjelaskan tempat dirinya berada. Ia juga mempertanyakan metode pembinaan agama yang, menurut pengakuannya, diterapkan selama ia tinggal di sana.
Aron mengklaim dirinya dan orang-orang lain diwajibkan menjalani kegiatan keagamaan tertentu, termasuk salat hingga 120 rakaat sehari dan berzikir selama berjam-jam. Ia turut menuding adanya hukuman fisik bagi orang yang tidak mampu menghafal zikir tertentu.
Baca Juga
Tak berhenti di situ, Aron mengungkap dugaan bahwa dirinya pernah ditempatkan di ruangan bawah tanah. Ia mengklaim tidak bisa keluar untuk melihat matahari selama berbulan-bulan, bahkan menyebut kemungkinan waktu yang lebih lama.
“Udah berapa orang meninggal di tempat anda saya tanya? even ABANG GW meninggal kan disana,” kata Aron yang dikutip dari Instagramnya @aronashab pada Jumat (16/10/26).
“Kalian benar benar manusia dzolim,” tambahnya.
Mengaku Dijanjikan Bisa Menggunakan Ponsel
Aron juga menceritakan persoalan lain yang berkaitan dengan akses komunikasi selama berada di tempat tersebut. Ia mengaku sempat diizinkan menggunakan tablet milik seseorang untuk menghubungi temannya dan meminta dikirimi ponsel.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut ceritanya, ia mendapatkan harapan bahwa dirinya akan diperbolehkan memegang ponsel setelah perangkat tersebut tiba. Namun, Aron menuding ponsel yang dikirim justru digunakan oleh pihak yang ia persoalkan.
Ia kemudian mempertanyakan alasan dirinya ditempatkan di sana padahal tidak pernah melakukan kegiatan kriminal.
Halaman Selanjutnya
“DAN SATU HAL yang gw juga heran kok bisa ga masuk masuk dikepala lo ini premis: gw ga NARKOBA, ga JUDOL, ga main SLOT, ga kekerasan ke orang, ga bunuh orang, basically gw TIDAK MELAKUKAN TINDAK KRIMINAL APAPUN. lo cuma nangkep gw atas suruhan satu orang karna lo dibayar. UDAH LAH stop. Lo itu penculik bayaran,” katanya lagi.