pickleballvnz.com

TEP Unair kenalkan hidroponik kepada warga Manokwari - ANTARA News Papua Tengah

Manokwari (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) memperkenalkan budidaya tanaman hidroponik sebagai alternatif pertanian bagi masyarakat trans lokal di Kampung Aurmios, Distrik Was...

Manokwari (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) memperkenalkan budidaya tanaman hidroponik sebagai alternatif pertanian bagi masyarakat trans lokal di Kampung Aurmios, Distrik Wasirawi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Ketua Tim 11 TEP Unair Corie Indria Prasasti di Manokwari, Senin, mengatakan tanaman hidroponik lebih efisien dalam penggunaan air dan tidak membutuhkan lahan luas, sehingga dapat diterapkan pada kawasan dengan kondisi tanah kurang subur.

“Air dalam hidroponik bersirkulasi dan dapat digunakan kembali. Sistem ini cocok dengan tanah yang kualitasnya rendah atau kurang subur dan tidak perlu lahan luas,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, penerapan sistem hidroponik memiliki keunggulan berupa pertumbuhan tanaman yang relatif lebih cepat dengan hasil panen lebih banyak karena penyerapan nutrisi berlangsung secara optimal dan konsisten.

Penggunaan media tanam tanpa tanah turut mengurangi risiko penyakit yang biasanya berasal dari patogen tanah dengan jejak karbon rendah serta menghasilkan lebih sedikit limbah, sehingga dapat menjadi teknologi pertanian ramah lingkungan.

“Sistem hidroponik ini lebih ramah dan lingkungan dan berkelanjutan. Jejak karbon yang dihasilkan lebih rendah,” ucap Corie.

Dia menjelaskan, pelatihan budidaya hidroponik bagi warga mencakup pemasangan instalasi menggunakan sistem deep flow technique (DFT), wick atau sumbu, serta rakit apung sesuai kebutuhan dan kondisi di lokasi.

Kemudian dilanjutkan dengan proses pembibitan, pemindahan tanaman ke sistem hidroponik, pemeliharaan yang mencakup pengaturan pH, total dissolved solids (TDS), pencahayaan dan pemberian nutrisi secara tepat serta terjadwal.

“Termasuk pelatihan untuk proses panennya. Bagaimana kami mengedukasi masyarakat agar bertranformasi dari berkebun konvensional menjadi hidroponik yang lebih fleksibel dan bisa diterapkan untuk berbagai jenis tanaman,” ujarnya.

Kepala Kampung Aurmios Philemon Mosyoi mengapresiasi TEP Unair yang memberikan pelatihan hidroponik sekaligus membuka peluang pengembangan pertanian alternatif bagi masyarakat kampung.

Penerapan sistem hidroponik dapat menjadi alternatif bagi warga karena proses budidayanya tidak membutuhkan lahan luas dan waktu tanam hingga panen dapat lebih terukur, sehingga dapat menopang ekonomi keluarga.

“Saya berharap agar tidak hanya berhenti di pelatihan tapi bagaimana kami bisa mengembangkan tanaman hidroponik,” ujarnya.

Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.