pickleballvnz.com

Tempo Scan Group bantu air bersih ke Jawa, Sumatera, dan DIY

PT Tempo Scan Pacific Tbk melalui Program Tempo Scan Air Bersih untuk Indonesia yang berlangsung Agustus-September 2026 mendistribusikan bantuan air bersih ke berbagai wilayah ANTARA News jogja 28 ...

Tempo Scan Group bantu air bersih ke Jawa, Sumatera, dan DIY

Jumat, 28 Agustus 2026 12:34 WIB

Image Print

PT Tempo Scan Pacific Tbk melalui Program Tempo Scan Air Bersih untuk Indonesia mendistribusikan bantuan air bersih ke berbagai wilayah terdampak kekeringan ekstrem di Pulau Jawa dan Sumatra, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). ANTARA/Ist

Yogyakarta (ANTARA) - PT Tempo Scan Pacific Tbk melalui Program Tempo Scan Air Bersih untuk Indonesia yang berlangsung Agustus-September 2026 mendistribusikan bantuan air bersih ke berbagai wilayah terdampak kekeringan ekstrem di Pulau Jawa dan Sumatra, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Inisiatif nasional bertajuk "Mengalirkan Harapan, Menjaga Kehidupan" tersebut menyalurkan sebanyak 640.000 liter air bersih yang disebar ke 40 titik prioritas terdampak di Sumatera Selatan, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.

Penyaluran dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengidentifikasi dan memastikan penyaluran bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran, sehingga terpenuhinya kebutuhan dasar sehari-hari dalam menjaga kebersihan dan kesehatan, serta menghadirkan harapan di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi.

"Melalui Tempo Scan Air Bersih untuk Indonesia, kami ingin memberikan manfaat nyata dan berdampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat khususnya untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih selama periode kekeringan, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan kualitas kehidupan masyarakat di tengah berbagai tantangan, dimana hal ini juga sejalan dengan nilai-nilai Tempo Scan, yakni Bertanggung Jawab dan Bermanfaat," kata Winny Yunitawati, Deputy Managing Director CCHC.

Langkah baik ini diapresiasi Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin yang menilai kolaborasi responsif di lapangan sangat penting untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan akses air bersih akibat kekeringan berkepanjangan.

Menurutnya kekeringan yang berkepanjangan dapat semakin membatasi akses masyarakat terhadap air bersih yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari dan dalam kondisi seperti ini, dukungan dan respons yang tepat di lapangan menjadi penting agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.

"Kami mengapresiasi kolaborasi Tempo Scan melalui program Tempo Scan Air Bersih untuk Indonesia yang turut mendukung upaya pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat terdampak. Kolaborasi seperti ini menjadi bagian penting dari upaya bersama untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan," katanya.

Apresiasi senada disampaikan Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan Arlan yang menyatakan bantuan air bersih tersebut menjadi langkah nyata yang langsung dirasakan manfaatnya untuk meringankan beban kebutuhan harian warga di wilayahnya.

"Musim kemarau ekstrim tahun ini sangat berdampak pada ketersediaan air bersih di wilayah kami, sehingga bantuan ini menjadi langkah nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Pemerintah Kota Prabumulih dan masyarakat mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Tempo Scan Group atas kepedulian yang diberikan melalui program bantuan air bersih ini. Kami berharap inisiatif ini dapat meringankan beban kebutuhan harian masyarakat, juga sekaligus dorongan semangat bagi masyarakat Indonesia untuk bersama-sama melewati tantangan kemarau ekstrem ini," katanya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Dasarian 1 Agustus 2026 sebanyak 535 Zona Musim (ZOM) atau 76,5 persen luas daratan Indonesia mengalami puncak musim kemarau, sementara 169 ZOM atau 25,41 persen luas daratan Indonesia diperkirakan baru memasuki puncak kemarau pada September.

Laporan BMKG juga menunjukkan sejumlah wilayah di Indonesia mengalami penurunan ketersediaan air dan kekurangan pasokan air bersih selama kemarau panjang pada Agustus 2026, terutama ketersediaan air tanah di Sumatera dan beberapa wilayah di Pulau Jawa masuk kategori “Awas dan Waspada”.

BMKG juga memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau yang lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal, karena diperparah oleh fenomena El Niño 2026, yang tercatat sebagai yang terkuat dalam 150 tahun terakhir.

Kondisi ini pada akhirnya bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat, karena itu dibutuhkan kepedulian dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk membantu memastikan masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah terdampak kekeringan, tetap dapat memenuhi kebutuhan yang paling mendasar dan mendesak tersebut.

Pewarta : N008
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026