pickleballvnz.com

Tas Trader Joe’s Viral Jadi Statement Gaya, Ini Alasan Diburu sampai Indonesia

Jakarta - Trader Joe's dikenal sebagai jaringan supermarket populer di Amerika Serikat. Namun belakangan, supermarket ini tak hanya menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, tapi juga trendsetter di dunia ...

Jakarta -

Trader Joe's dikenal sebagai jaringan supermarket populer di Amerika Serikat. Namun belakangan, supermarket ini tak hanya menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, tapi juga trendsetter di dunia fashion.

Tote bag Trader Joe's yang awalnya digunakan untuk membawa belanjaan kini menjadi fashion statement. Banyak yang membeli tas tersebut karena alasan gaya.

Popularitasnya tak hanya di Amerika tapi mancanegara, termasuk Indonesia. Tak sedikit yang memanfaatkan jasa titip demi memanfaatkan tas kanvas ikonik ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Amerika sendiri, antusiasme terhadap tote bag ini bahkan bisa membuat antrean mengular. Terbaru, para pelanggan rela mengantre panjang demi mendapatkan koleksi tote bag bertema Halloween yang baru dirilis Trader Joe's.

Tas kanvas Trader Joe's dengan ukuran mini pertama kali viral pada 2024. Sejak itu, supermarket tersebut beberapa kali merilis versi baru yang selalu disambut antusias, bahkan tak jarang menimbulkan kericuhan.

Dalam salah satu peluncuran, seperti dilansir Huffpost, para pelanggan, termasuk sejumlah konsumen yang sudah lansia, berebut mendekati area pembagian tas. Karyawan Trader Joe's yang mengawasi peluncuran akhirnya memilih menyingkir dari kerumunan.

Popularitas tote bag ini pun semakin mendunia. Turis yang berkunjung ke Amerika diketahui rela mengantre saat liburan untuk mendapatkannya sebagai oleh-oleh.

Ketika muncul di situs belanja preloved seperti eBay dan Depop, beberapa penjual memasang harga hingga US$50.000 atau sekitar Rp 889 juta. Sementara itu, harga dari reseller yang lebih masuk akal biasanya berada di kisaran dua hingga tiga kali lipat dari harga retail.

Dengan harga retail hanya US$2,99 atau sekitar Rp53 ribu, bagaimana tote bag sederhana ini bisa berubah menjadi barang yang begitu diburu?

Punya Kedekatan dengan Brand

Trader Joe's mengoperasikan lebih dari 600 toko di Amerika Serikat dan dikenal dengan pilihan produk yang unik serta terjangkau. Menurut Colleen P. Kirk, profesor marketing di New York Institute of Technology, banyak pelanggan memiliki hubungan yang cukup personal dengan brand tersebut hingga merasa ikut memilikinya.

Strategi Trader Joe's yang cukup selektif dalam membuka gerai baru juga turut menjaga kesan eksklusif dan statusnya sebagai brand dengan penggemar fanatik.

Perasaan menjadi bagian dari kelompok yang 'tahu lebih dulu' ini memunculkan perilaku konsumen psychological ownership. Istilah tersebut menggambarkan kondisi ketika seseorang mulai merasa bahwa sebuah brand merupakan bagian dari dirinya atau sudah jadi miliknya.

Fungsional dan Jadi Bagian dari Identitas

Selain berguna, tas tersebut juga memberikan kesenangan dan dianggap mampu merepresentasikan identitas pemakainya.

Katie Thomas, kepala Consumer Institute di perusahaan konsultan strategi dan manajemen global Kearney, mengatakan ada tiga faktor yang biasanya membuat konsumen rela mengeluarkan uang dalam kondisi ekonomi seperti sekarang: sebuah produk harus memiliki fungsi, memberikan kesenangan, atau berkaitan dengan identitas seseorang.

Menurutnya, tote bag Trader Joe's memenuhi ketiganya. Tas tersebut cukup kuat dan praktis digunakan untuk membawa bekal maupun barang sehari-hari. Sebagai barang koleksi dengan harga terjangkau, logo Trader Joe's menjadi bagian dari cara seseorang menunjukkan siapa dirinya.

Tote Bag Trader Joe's.Tote Bag Trader Joe's. Foto: Dok. Trader Joe's

Jumlah Terbatas Bikin Makin Diburu

Tas ini hanya dirilis pada periode tertentu sehingga muncul kesan eksklusif. Bagi turis internasional, daya tariknya semakin besar karena Trader Joe's tidak memiliki gerai di luar Amerika Serikat. Brand tersebut pun telah menjadi salah satu merek Amerika yang dianggap keren dan khas.

oleksi tote bag hanya tersedia dalam waktu terbatas sehingga konsumen merasa harus segera membelinya sebelum kehabisan. Beberapa toko bahkan membatasi pembelian hingga empat atau lima tas per pelanggan untuk mengurangi aksi reseller.

"Eksklusivitas membuat pembeli merasa spesial atau berbeda. Produk tersebut juga memberikan sesuatu untuk dibicarakan atau bahkan menjadi cerita tersendiri," kata Katie.

Barang Terjangkau dengan Status yang 'Keren'

Kondisi ekonomi juga menjadi bagian dari fenomena ini. Meski banyak konsumen mengkhawatirkan kondisi finansial mereka, sebagian tetap memilih mengeluarkan uang untuk hal-hal yang bisa memberikan kesenangan saat ini.

Katie mengatakan, dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti saat ini, konsumen cenderung mengurangi pengeluaran dan menyimpan uang sebagai bentuk antisipasi. Namun, ketidakpastian yang berlangsung terus-menerus bisa memunculkan respons berbeda.

Alih-alih menunda kesenangan sampai keadaan membaik, sebagian orang memilih tetap menikmati hidup dan mengalokasikan uang untuk hal-hal kecil yang membuat mereka senang.

Dalam konteks ini, Trader Joe's menawarkan semacam accessible affluence, yaitu pengalaman berbelanja yang memberikan kesan premium tanpa harga selangit. Produk seperti popcorn dengan tambahan truffle, keju premium, hingga tote bag yang sedang diburu bisa didapatkan dengan harga relatif terjangkau.

Karena itu, tote bag Trader Joe's bukan hanya menjadi fashion statement atau benda fungsional. Tas tersebut menjadi perpaduan antara fungsi, kesenangan, identitas, dan sedikit sensasi eksklusivitas.

(hst/hst)