pickleballvnz.com

Tapin percepat tanam 846 hektare dukung swasembada pangan - ANTARA News Kalimantan Selatan

Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan mempercepat penanaman padi seluas 846 hektare pada lahan program Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) guna meningkatkan p...

Rantau (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan mempercepat penanaman padi seluas 846 hektare pada lahan program Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) guna meningkatkan produksi beras serta mendukung target swasembada pangan nasional.

Wakil Bupati Tapin H. Juanda mengatakan, hingga 30 Juli 2026 realisasi luas tambah tanam pada lokasi Oplah 2025 mencapai 146 hektare, sedangkan di lokasi Cetak Sawah Rakyat telah mencapai 700 hektare.

"Capaian ini akan terus kami tingkatkan melalui berbagai gerakan percepatan tanam," ujar Juanda di Rantau, Kabupaten Tapin, Sabtu.

Ia menjelaskan, percepatan tanam dilakukan seiring penyaluran bantuan benih padi, sarana produksi pertanian, hingga alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani secara bertahap.

"Percepatan tanam menjadi langkah penting agar lahan yang telah dioptimalkan segera berproduksi sehingga mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," ungkap Juanda.
Baca juga: Tapin distribusikan 28.659 surat suara Pilkades tiga zona

Juanda menyebutkan, Kabupaten Tapin juga dipercaya mewakili Kalimantan Selatan pada Gerakan Tanam Serempak 50.000 hektare yang dilaksanakan secara nasional di Desa Harapan Masa, Kecamatan Tapin Selatan.

"Kepercayaan tersebut menunjukkan kesiapan Tapin dalam mendukung program pemerintah pusat di sektor pertanian, khususnya optimalisasi lahan dan percepatan masa tanam," tambahnya.

Selain mendorong percepatan tanam, ucap Juanda, Pemkab Tapin berharap seluruh bantuan pemerintah pusat dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.

Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.