Taman Budaya Sumbar latih generasi muda olah tanah liat jadi karya fungsional
Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Sumatera Barat menggelar lokakarya kriya 2026 untuk melatih generasi muda mengolah tanah liat jadi karya fungsional selama tiga ANTARA News sumbar 21 ...
Padang (ANTARA) - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Sumatera Barat menggelar lokakarya kriya 2026 untuk melatih generasi muda mengolah tanah liat jadi karya fungsional selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, 5–7 Oktober 2026.
Kepala UPTD Taman Budaya Sumatera Barat, M. Devid SSTP mengatakan lokakarya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus memfasilitasi dan mengasah talenta kreatif generasi muda di ranah seni rupa dan kriya.
"Workshop kriya ini tidak hanya mengajarkan aspek teknis pembuatan kerajinan, tetapi juga bagaimana para peserta, khususnya talenta-talenta muda, dapat menyalurkan gagasan estetis mereka ke dalam media tanah liat hingga menjadi produk kriya bernilai guna dan fungsional," ujar M. Devid di Padang.
Devid menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting dalam menjembatani inovasi modern dan keahlian kriya tradisional, sekaligus memberikan ruang inkubasi agar seni kriya lokal tetap relevan di tengah perkembangan industri kreatif saat ini.
Lokakarya kriya tahun ini diikuti sedikitnya oleh 25 peserta terpilih, di antaranya Afdilla Nurhaliza, Agung Pratama, Aisyah Rahma Putri, Alfiando, dan deretan kreator muda lainnya.
Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan bertema "Mengubah Tanah Liat Menjadi Karya Seni Fungsional" itu, para peserta mendapatkan bimbingan intensif dari para praktisi dan akademisi seni rupa yang kompeten di bidangnya.
Pemateri yang dihadirkan yakni seniman keramik Rahmat Hafiz Fauzi, S.Ds. dan akademisi dari ISI Padang Panjang Wisnu Prastawa, S.sn., M.sn. dipandu oleh Nessya Fitryona, S.Pd, M.Sn. sebagai moderator.
Para peserta dilatih secara mendalam mulai dari teknik dasar pengolahan bahan tanah liat, proses pembentukan cetak maupun putar (pottery), hingga teknik penyelesaian akhir (finishing) produk.
Pihak UPTD Taman Budaya berharap ilmu dan pengalaman aplikatif yang diperoleh para peserta selama workshop dapat menjadi modal awal bagi lahirnya wirausahawan baru di sektor ekonomi kreatif berbasis kriya di Sumatera Barat. (*)