Sutradara ungkap pertimbangan dalam menentukan pemeran film
Beberapa sutradara mengungkapkan pertimbangan pembuat film dalam memilih dan menentukan pemeran film pada acara bincang-bincang di Jakarta pada Minggu. "Kalau saya lebih ANTARA News jogja 16 ...
Sutradara ungkap pertimbangan dalam menentukan pemeran film
Minggu, 6 September 2026 20:49 WIB
Sutradara sekaligus pendiri PH Narasi Semesta Hadrah Daeng Ratu (kiri) bersama Sutradara Naya Anindita (tengah) dan Ginanti Rona (kanan) bericara dalam sesi bincang-bincang di Jakarta, Minggu (6/9/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Jakarta (ANTARA) - Beberapa sutradara mengungkapkan pertimbangan pembuat film dalam memilih dan menentukan pemeran film pada acara bincang-bincang di Jakarta pada Minggu.
"Kalau saya lebih ingin mengobrol seberapa tertarik dia sama tokoh dan cerita yang akan saya buat ini," kata sutradara sekaligus pendiri PH Narasi Semesta, Hadrah Daeng Ratu.
Hadrah, yang antara lain menyutradarai "Assalamualaikum Baitullah" dan "A Perfect Fit", menuturkan bahwa dia kadang memberikan saran atau secara khusus meminta produser untuk mengajak aktris tertentu berperan dalam film arahannya.
Rekomendasi itu disampaikan berdasarkan kemampuan sang aktris dengan mempertimbangkan popularitasnya.
Sutradara Naya Anindita, yang antara lain mengarahkan penggarapan film "Tunggu Aku Sukses Nanti" dan "Komang", mengemukakan bahwa penentuan pemeran film dipengaruhi oleh produser.
"Jadi terkadang kami harus menurut, kadang-kadang kami juga bisa memperjuangkan, selama bisa mempertanggungjawabkan pilihan aktor atau aktris yang kami pilih," katanya.
Menurut dia, keselarasan visi, misi, dan semangat aktris dengan sutradara dipertimbangkan dalam merekomendasikan pemeran film kepada produser.
Sutradara Ginanti Rona menyampaikan bahwa kecocokan pelakon dengan karakter yang akan diperankan serta daya tarik pemeran bagi penonton juga perlu diperhatikan.
"Tidak harus jumlah penontonnya sekian juta, tapi yang paling penting apakah karakter tersebut cocok dengan orang ini," katanya.
Sutradara film "Qorin" dan "Dasim" itu ingin bekerja dengan pemeran yang mampu meninggalkan kesan kuat bagi penonton film.
Ketika ditanya tentang keinginan untuk menggarap film sejarah, Naya dan Ginanti menyatakan ingin membuat film tentang perjuangan Cut Nyak Dhien selama Perang Aceh.
Sedangkan Hadrah tertarik untuk menggarap film tentang Raden Ajeng Kartini serta perempuan-perempuan yang mendampingi pahlawan laki-laki, karena ia yakin ada perempuan hebat yang mendukung kesuksesan seorang pria.
Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026