pickleballvnz.com

Susul Istiqlal, Farhan Ingin Boyong Dua Masjid Agung Masuk Pasar Modal

Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berencana membawa dua masjid agung di Kota Bandung masuk ke ekosistem pasar modal.Rencananya, Masjid Agung Bandung dan Masjid Agung Al-Ukhuwah akan ma...

Jakarta, CNN Indonesia --

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berencana membawa dua masjid agung di Kota Bandung masuk ke ekosistem pasar modal.

Rencananya, Masjid Agung Bandung dan Masjid Agung Al-Ukhuwah akan masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui pengelolaan wakaf produktif.

Menurut Farhan, wakaf produktif ini dilakukan oleh Nazhir Masjid yang bekerja sama dengan manajer investasi untuk masuk dalam mekanisme pasar modal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nantinya, wakaf ini akan dikelola untuk menghasilkan keuntungan atau manfaat ekonomi dari mekanisme perdagangan pasar modal atau saham. Farhan pun akan melibatkan Baznas Kota Bandung untuk mengelola wakaf tersebut.

"Dua Masjid Agung di Bandung, satu Masjid Agung Al-Ukhuwwah, satu lagi Masjid Agung Alun-Alun Bandung, begitu. Tapi kita belajar dulu, harusnya bisa sih," ungkap Farhan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (13/8), seperti dikutip detikfinance.

Farhan mengungkapkan operasional masjid perlu dikelola lebih profesional mengingat banyak mengelola dana umat seperti infaq, shodaqoh dan zakat.

Saat ini, sambung Farhan, operasional Masjid Agung Bandung sudah bersifat wakaf 100 persen.

"Tadi pesan yang didapatkan dari talkshow tadi adalah, satu karena membangun kepercayaan. Setelah membangun kepercayaan, maka kemudian memberikan bukti. Dua kunci itu yang jadi nantinya kita akan membawa kepada umat, bahwa 'berinvestasi' yang tujuannya adalah dampak, itu paling tepat melalui Baznas atau melalui wakaf masjid," ujar Farhan.

Farhan memperkirakan potensi wakaf produktif dari salah satu masjid tersebut mencapai Rp 50 miliar.

Kendati demikian, Farhan belum menargetkan kapan kedua masjid agung itu masuk ekosistem bursa. Pasalnya, ia harus mempelajari lebih lanjut.

"Saya mesti belajar dulu, saya akan belajar dulu kepada beberapa emiten. Kemudian setelah hasil belajar itu, baru kita akan bikin rencana aksi, mungkin dalam waktu sebulan ini, baru nanti akan kita bawa ke Bursa Efek Indonesia," ujarnya.

Rencana serupa juga tengah dikaji untuk pengelolaan dana amal Masjid Istiqlal Jakarta. Dalam hal ini, dana filantropi yang disalurkan di masjid akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi (MI).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pihaknya telah mengundang manajer investasi dan pengelola Masjid Istiqlal untuk bertemu pada kegiatan Capital Market Summit dan Expo beberapa waktu lalu.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa filantropi Islam alias dana amal yang masuk ke Masjid Istiqlal akan dikelola secara profesional.

"Jadi filantropi Islam yang disalurkan ke Masjid Istiqlal itu akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi. Nah, itu yang sedang dikerjakan," ujar Jeffrey usai Peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia dan Peluncuran ETF Emas di Gedung BEI Jakarta Selatan, Senin (10/8) lalu.

Skema pengelolaan dana tersebut merupakan kolaborasi antara otoritas pasar modal, manajer investasi dan pengelola Masjid Istiqlal untuk mengoptimalkan potensi filantropi berbasis syariah.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)