pickleballvnz.com

Sulteng libatkan akademisi atasi penyakit bangkalan durian

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) libatkan akademisi dari Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu melakukan riset guna mengatasi penyakit bangkalan pada buah ANTARA News sulteng 1 ...

Sulteng libatkan akademisi atasi penyakit bangkalan durian

Rabu, 12 Agustus 2026 18:38 WIB

Image Print

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan pihak Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu memperlihatkan dokumen kerja sama riset terkait penanganan penyakit buah durian (bangkalan) dalam kegiatan Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 di Palu, Rabu (12/8/2026). (ANTARA/MOh Ridwan)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) libatkan akademisi dari Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu melakukan riset guna mengatasi penyakit bangkalan pada buah durian.

"Bangkalan menjadi momok bagi petani durian, hingga kini belum ada obat-obatan mengatasi penyakit itu. Harapan kami adanya kerja sama riset antara Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng bersama Unisa Palu dapat menciptakan penangkal penyakit buah tersebut," kata Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam acara Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 di Palu, Rabu.

Ia menjelaskan penyakit bangkalan pada durian dapat memberikan tekanan terhadap kualitas buah, maka langkah saat ini dilakukan petani melalui sanitasi kebun, pengaturan tingkat kelembaban, pemupukan berimbang, dan penerapan fungisida dan biopestisida secara rutin.

Ia mengemukakan kelurahan terbesar petani durian kepada pemerintah daerah (pemda) menyangkut penyakit buah (bangkalan).

"Kami berupaya mencari solusi mengatasi model penyakit buah tersebut, karena prospek pasar durian saat ini di luar negeri terutama China sangat menjanjikan, maka produksi di daerah harus ditopang dengan penerapan protokol ekspor," ujar dia.

Menurut data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulteng luas kebun durian di provinsi tersebut saat ini baru sekitar 36 ribu hektare, lalu 12 ribu hektare di antaranya sudah berproduksi.

Kemudian potensi produksi durian di Sulteng sebanyak 95.140 ton tersebar di seluruh kabupaten/kota dengan dominasi sentra durian terbanyak pada Kabupaten Poso dan Parigi Moutong, berdasarkan data Badan Pusat Statistik BPS tahun 2025.

"Itu artinya potensi komoditas hortikultura itu sangat besar. Maka melalui program berani panen, Pemprov Sulteng terus berupaya memaksimalkan tata kelola hilirisasi pertanian supaya memiliki nilai yang lebih untuk membantu menunjang pertumbuhan ekonomi daerah," ujar dia.

Kerja sama riset penyakit bangkalan durian telah di tandatangani pejabat Dinas TPH Sulteng dan pejabat Unisa Palu dalam rangkaian acara Merdeka Ekspor Sulteng 2026.

Ia juga berharap para petani harus mengedepankan kualitas buah, karena pasar ekspor mengedepankan sisi kualitas produk, maka dari tingkat hulu (petani) hingga hilir (industri) harus sejalan, supaya produksi terus berkelanjutan.

"Kami juga segera mengatur regulasi khusus untuk durian, termasuk rekayasa musim panen supaya terus berkelanjutan," kata Anwar.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026