pickleballvnz.com

Studi ungkap peran kerapuhan fisik dalam deteksi dini demensia

Sydney (ANTARA) - Kerapuhan fisik dapat menjadi kunci dalam diagnosis dini demensia, mempercepat kemunculan penyakit tersebut, terutama pada orang yang hanya menunjukkan sedikit atau bahkan tidak memiliki tanda...

Sydney (ANTARA) - Kerapuhan fisik dapat menjadi kunci dalam diagnosis dini demensia, mempercepat kemunculan penyakit tersebut, terutama pada orang yang hanya menunjukkan sedikit atau bahkan tidak memiliki tanda-tanda penyakit.

Studi yang dipimpin oleh Universitas Queensland (University of Queensland/UQ) Australia tersebut menemukan bahwa kerapuhan fisik dapat menjadi penanda klinis independen yang penting untuk membantu mendiagnosis dan kemungkinan menangani demensia, tutur David Ward dari Institut Frazer UQ dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Rabu (22/7).

"Temuan kami menunjukkan bahwa individu lanjut usia (lansia) yang mengalami kerapuhan fisik didiagnosis menderita demensia dua hingga tiga tahun lebih awal dibandingkan mereka yang memiliki tingkat kerapuhan lebih rendah," ujar Ward, penulis senior studi yang diterbitkan dalam Journal of Neurology, Neurosurgery, and Psychiatry.

Orang-orang yang dianggap rapuh secara fisik namun tidak memiliki kelainan otak yang biasanya berkaitan dengan demensia mengalami kondisi tersebut lima hingga enam tahun lebih awal, kata Ward.

Tim peneliti dari Australia, Belanda, Finlandia, dan Kanada menganalisis data selama 24 tahun dari 1.600 lebih peserta dalam Proyek Memori dan Penuaan (Memory and Aging Project) yang berbasis di Amerika Serikat.

Mereka menemukan bahwa hubungan antara kerapuhan fisik dan diagnosis demensia lebih awal konsisten di seluruh kelompok yang diteliti, meskipun dampaknya tampak lebih kuat pada laki-laki.

Tim peneliti mengatakan bahwa penanda genetik, termasuk varian gen APOE ε4 yang dikaitkan dengan risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit Alzheimer, tidak memengaruhi temuan penelitian tersebut.

Ward mengatakan bahwa penilaian kerapuhan fisik secara rutin dapat membantu memperlambat perkembangan demensia.

Dia juga menambahkan bahwa kerapuhan fisik sering kali dapat dicegah dan ditangani melalui olahraga, nutrisi yang baik, serta interaksi sosial.

Pewarta: Xinhua
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.