pickleballvnz.com

SPN Polda Kaltim kembangkan CRC untuk penguatan literasi digital - ANTARA News Kalimantan Timur

Balikpapan (ANTARA) - Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltim mengembangkan Program Cyber Resilient Community (CRC) dengan kerja sama lintas sektor untuk mendukung penguatan literasi digital dan ketahanan masy...

Balikpapan (ANTARA) - Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltim mengembangkan Program Cyber Resilient Community (CRC) dengan kerja sama lintas sektor untuk mendukung penguatan literasi digital dan ketahanan masyarakat terhadap kejahatan siber.

"Program CRC dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mencegah, dan merespons berbagai bentuk kejahatan digital, termasuk penipuan dan kejahatan finansial berbasis teknologi,” jelas Kepala SPN Polda Kaltim Kombes Pol Pepen Supena Wijaya yang menginisiasi program ini.

Pengembangan program dilakukan melalui rangkaian audiensi dan silaturahmi dengan sejumlah pemangku kepentingan di Kalimantan Timur.

SPN Polda Kaltim bertemu Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur, juga Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo dan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI H Adji Muhammad Arifin.

“Keterlibatan pemerintah daerah, akademisi, regulator, dan tokoh masyarakat penting untuk memastikan literasi digital dapat diterima oleh berbagai kelompok masyarakat,” lanjut Kombes Pepen.

Melalui kolaborasi tersebut, SPN Polda Kaltim berharap jangkauan edukasi keamanan digital dapat mencapai wilayah yang lebih luas, terutama daerah yang rentan terhadap kejahatan siber.

Dukungan dari pemerintah daerah dan DPRD dinilai memperkuat upaya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap risiko kejahatan digital. Kedua institusi menilai CRC sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin terhubung dengan layanan digital dan membutuhkan perlindungan yang lebih kuat.

Kerja sama dengan Universitas Mulawarman dan Universitas Balikpapan diharapkan memperkaya materi edukasi melalui riset, pengembangan modul, serta pelatihan yang relevan dengan perkembangan teknologi. Sementara itu, OJK memberikan dukungan terkait keamanan transaksi digital dan perlindungan sektor jasa keuangan.

Kepala SPN Polda Kaltim Kombes Pol Pepen Supena bersama Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel. (ANTARA/HO-Humas Polda Kaltim)

Kepala SPN juga menegaskan bahwa tokoh daerah yang terlibat dalam pertemuan tersebut memiliki peran penting dalam mendorong partisipasi masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan publik terhadap berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang.

“Karena keamanan siber saat ini menjadi tanggung jawab bersama. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dunia pendidikan, regulator, dan masyarakat menjadi dasar dalam membangun ketahanan siber,” jelas Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr Tedy Sopandi.

Ia berharap Program CRC dapat menjadi model penguatan ketahanan siber masyarakat yang diterapkan secara luas. Menurutnya, peningkatan literasi digital akan memperkuat kemampuan masyarakat dalam mencegah berbagai bentuk kejahatan siber dan menjaga ruang digital tetap aman serta produktif. 

Pewarta: Novi Abdi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.