Spanyol Juara Piala Dunia 2026, PM Sanchez Beri Ucapan Menyentuh
Liputan6.com, Madrid - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez merayakan keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 setelah La Roja mengalahkan juara bertahan Argentina dengan skor 1-0 pada parta...
Liputan6.com, Madrid - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez merayakan keberhasilan Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia FIFA 2026 setelah La Roja mengalahkan juara bertahan Argentina dengan skor 1-0 pada partai final di New Jersey, Minggu waktu setempat. Sanchez menyampaikan ucapan singkat, "Terima kasih, tim."
Dikutip dari NDTV Sport, Senin (20/7/2026), Spanyol mengalahkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu, sekaligus mengakhiri upaya Lionel Messi mempertahankan gelar juara dunia. La Roja juga menuntaskan turnamen dengan catatan tak terkalahkan dan hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan.
Usai kemenangan tersebut, Pedro Sanchez mengucapkan selamat kepada tim nasional Spanyol atas keberhasilan menjuarai Piala Dunia FIFA dan berterima kasih kepada para pemain yang berhasil membawa pulang trofi.
Melalui akun X, Sanchez menulis:
"KAMI ADALAH JUARA DUNIA!!
Luar biasa tim nasional kita!
Terima kasih, tim."
Pemain pengganti Ferran Torres menjadi pahlawan kemenangan setelah mencetak gol penentu pada menit ke-106 melalui tendangan keras yang menghujam atap gawang Argentina, melewati kiper Emiliano Martinez.
Gelar tersebut menjadi trofi Piala Dunia putra kedua bagi Spanyol sekaligus yang pertama sejak menjadi juara pada 2010. Bagi bintang muda Barcelona berusia 19 tahun, Lamine Yamal, yang baru berusia tiga tahun saat Spanyol pertama kali menjuarai Piala Dunia, pencapaian itu menjadi prestasi terbesar dalam kariernya sejauh ini.
Kekalahan tersebut menandai berakhirnya era luar biasa bagi Argentina dan Lionel Messi, yang sebelumnya membawa negaranya menjuarai Piala Dunia 2022 serta Copa America pada 2021 dan 2024.
Setelah lebih dahulu menjuarai UEFA Euro 2024, Spanyol kini memegang gelar juara Eropa sekaligus juara dunia. Keberhasilan itu memunculkan harapan akan lahirnya kembali era dominasi seperti periode 2008 hingga 2012, ketika Spanyol memenangkan dua gelar Kejuaraan Eropa dan satu gelar Piala Dunia.
Meski Lamine Yamal hanya mencetak satu gol sepanjang turnamen, keberhasilan Spanyol dibangun melalui penampilan kolektif tim, bukan semata-mata aksi individu. Gelandang Rodri mengendalikan permainan di lini tengah, Mikel Oyarzabal mengakhiri turnamen sebagai salah satu pencetak gol terbanyak dengan lima gol, sementara kiper Unai Simon meraih penghargaan Golden Glove berkat sejumlah penampilan impresif.