pickleballvnz.com

Sobary Sebut Pesantren Al-Falah Kebumen ‘Berdosa’ Beri Panggung ke Jokowi

Home / News / Nasional Kamis, 03 September 2026, 11:40 WIB Warta Ekonomi, Jakarta - Budayawan Mohama...

Kamis, 03 September 2026, 11:40 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Budayawan Mohamad Sobary menilai Pondok Pesantren Al-Falah, Kebumen, ‘berdosa’ karena memberikan panggung kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, dosa tersebut dilakukan lantaran pesantren mengundang Jokowi untuk memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sabtu (29/8/2026), padahal masih banyak tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang dianggap lebih layak.

"Nasihat disampaikan pada momentum yang namanya peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Itulah dosa dunia pesantren 

Supaya pesantren mikir kiai-kiainya supaya mikir kurang apa dunia NU, kurang apa orang salehnya saleh banyak di NU salehnya saleh jujurnya jujur ada di NU salehnya saleh jujur Jujurnya jujur, pandinya pandai ada di NU. Kurang apa?" ujar Sobary dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Kamis (3/9).

Sobary mempertanyakan manfaat memberi panggung kepada Jokowi.

"Apa gunanya memberi panggung pada orang seperti itu? Kan memberi panggung. Apa kiainya enggak tahu bahwa ini problem bagi bangsa. Kecuali kalau kiainya itu termul, setidak-tidaknya bukan umpama bukan termul setidak-tidaknya pengagum ya," tegasnya.

Ia menambahkan, meskipun nasihat yang disampaikan Jokowi dalam acara tersebut terdengar baik, rekam jejaknya justru dianggap sering menyampaikan kebohongan.

"Baik kalau nyampaikan orang lain," tandasnya.

Sebelumnya, dalam acara tersebut, Jokowi menyoroti kebiasaan sebagian orang yang merasa paling pintar saat tampil di ruang publik namun melupakan adab dan sopan santun.

"Sekarang ini, yang belum pintar saja sudah rumangsa (merasa) pintar banyak. Bisa dilihat di televisi waktu debat, pinter-pinteran bicara. Ya meskipun pintar jangan dipamerkan," ucap Jokowi di hadapan para santri dan jamaah.

Baca Juga: Sobary: Jokowi Sudah ‘Bunuh’ Banyak Wartawan dan Aktivis

Mengutip falsafah Jawa, “Lamun siro pinter, ojo minteri”, Jokowi menekankan bahwa kecerdasan sejati bukanlah untuk merendahkan orang lain, melainkan untuk memberi manfaat. 

"Pinter meneng, malah medeni (pintar kalau diam malah menakutkan)," seloroh Jokowi.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya